Rem Blong, Bus Rombongan Pendaki Lawu Tabrak Resto di Karanganyar

Rem Blong, Bus Rombongan Pendaki Lawu Tabrak Resto di Karanganyar

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Senin, 22 Jun 2026 16:33 WIB
Penampakan bus angkut rombongan pendaki Gunung Lawu yang tabrak warung makan di Puntukrejo, Ngargoyoso, Karanganyar, Senin (22/6/2026).
Penampakan bus angkut rombongan pendaki Gunung Lawu yang tabrak warung makan di Puntukrejo, Ngargoyoso, Karanganyar, Senin (22/6/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Karanganyar -

Kecelakaan tunggal menimpa sebuah bus di Jalan Karangpandan-Ngargoyoso, tepatnya di Rumah Makan Mbak Ning, di Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Akibat kecelakaan itu, bus mengalami kerusakan parah pada bagian bodi.

Sopir bus, Sukirno (67), mengatakan awalnya bus tersebut datang dari Jakarta membawa rombongan pendaki, dan tiba pada Sabtu (20/6). Sesampainya di Terminal Kemuning, rombongan dilansir dengan menggunakan kendaraan lain, untuk melakukan pendakian ke Gunung Lawu via Candi Cetho.

"Kan menginap, mau berangkat (pulang) ganti selang power steering. Barangnya kan tiba dari Solo, kemudian jalan. Menggantinya di Terminal Kemuning sambil menunggu (rombongan pendaki turun)," kata Sukirno, Senin (22/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rombongan pendaki kemudian turun pada Minggu (21/6) malam. Lalu dini hari tadi, rombongan mulai melakukan perjalanan kembali ke Jakarta. Di tengah jalan, bus sempat berhenti untuk melakukan pengecekan rem dan selang power steering.

ADVERTISEMENT

"Rem masih ada, kita jarak 50 meter ada. Cuma ada kayak tembakan, berarti ada selang yang putus. Rem sudah nggak ada sekitar 500 meter dari TKP. Diinjak 3 kali sudah tidak ada, rem tangan sudah tidak ada, berarti angin bocor," jelasnya.

Di jalanan menurun, bus mulai hilang kendali karena mengalami rem blong. Sopir kemudian memutuskan untuk banting setir agar bus segera berhenti.

Dia mengatakan, penumpang yang ada di depan sempat diminta untuk pindah ke belakang.

"Ada selokan, kita masukan ke selokan. Kalau nggak selokan kita berhentinya jauh, malah tambah kenceng. Ada rumah makan, kena. Kita masuk ke tiang listrik jangan sampai terguling dan masuk ke selokan," jelasnya.

Sukirno mengaku sudah belasan kali ke Kemuning, sehingga dia sudah cukup mengenal medan jalan. Langkah ia lakukan dengan banting setir untuk meminimalisir kecelakaan yang lebih parah.

"Ini satu rombongan (pendaki), bawa 4 bus. Satu bus 55 orang. Rombongan kampus. Kampusnya campur-campur ada dari Jakarta, Bogor, tapi kumpulnya dari UKI (Universitas Kristen Indonesia)," terangnya.

Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Rases Pernando Manurung, menambahkan kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.

"Di dalam bus ada 55 penumpang, dan dua kru bus dengan tujuan wisata pendakian," kata Rases.

Akibat kecelakaan itu, sekitar 22 penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Korban luka berasal dari berbagai daerah, seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Jakarta.

"Dari keterangan saksi di TKP, bus melaju dari arah dalam timur (Kemuning) hendak menuju ke arah barat (Karangpandan). Sesampainya di TKP pengemudi bus hilang kendali karena pengakuan sopir rem tidak berfungsi, dan menabrak Rumah Makan Mbak Ning," jelasnya.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads