Tak terasa, Muharram 1448 H sudah berjalan satu minggu. detikers mesti awas dengan tanggal-tanggalnya karena Muharram memiliki banyak puasa sunnah berpahala tinggi. Jangan sampai kita kelewatan mengerjakan sehingga kehilangan manfaatnya.
Terlepas dari jenisnya, puasa pada bulan Muharram memang memiliki ganjaran lebih. Bagaimana tidak, bulan pertama kalender Hijriah ini merupakan 1 dari 4 bulan suci (haram). Allah SWT berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhul Mahfudz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram..." (QS at-Taubah: 36)
Keempat bulan haram yang dimaksud adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan itu, amal kebaikan diberi pahala yang lebih besar. Namun, 'pelipatgandaan' ganjaran ini juga berlaku untuk perbuatan dosa.
Nah, tahukah kamu kalau besok Rabu, 24 Juni 2026, ada satu puasa sunnah yang bisa dikerjakan? Puasa apakah itu? Simak penjelasan lengkap bacaan niat dan tingkatannya di bawah ini, yuk!
Besok Rabu 24 Juni 2026 Puasa Apa?
Dilihat dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 keluaran Kementerian Agama, Rabu, 24 Juni bertepatan dengan 9 Muharram 1448 Hijriah. Itu artinya, besok adalah waktu mengerjakan puasa Tasua.
Sebagai catatan, tahun ini, ada dua versi awal 1448 H sehingga jadwal puasa Tasuanya pun berbeda. Bila mengikuti tanggalan pemerintah dan Muhammadiyah, maka puasa Tasua dikerjakan besok Rabu, 24 Juni 2026. Di sisi lain, 9 Muharram versi Nahdlatul Ulama (NU) bertepatan dengan Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut penjelasan Ustadz Rusdianto di bukunya, Kitab Terlengkap Bersuci, Shalat, Puasa, Shalawat, Surat-Surat Pendek, Hadits Qudsi dan Hadits Arba'in Pilihan, serta Dzikir & Doa, awalnya, Nabi Muhammad SAW hanya memerintahkan umat Islam untuk puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram saja.
Namun, setelah para sahabat mengabarkan kepada Nabi SAW bahwa pemeluk agama lain juga berpuasa pada 10 Muharram, Rasulullah berniat untuk puasa juga tanggal 9-nya. Puasa itulah yang dinamakan Tasua.
Berdasarkan hadits riwayat Muslim sebagaimana dicantumkan Isnan Ansory di buku Puasa yang Masyru' dan Tidak, Nabi SAW berniat mengerjakan puasa Tasua pada tahun depan. Belum sampai waktunya tiba, beliau sudah terlebih dahulu dipanggil menghadap ke hadirat Allah SWT.
"Ibnu Abbas berkata: 'Belum sampai ke tahun depan, Rasulullah SAW telah wafat.'" (HR Muslim)
Meski Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan puasa Tasua, niat beliau dianggap cukup sebagai landasan. Umat Islam sudah semestinya turut mengerjakan sebagaimana dahulu Nabi SAW niatkan.
Niat Puasa Tasua: Arab, Latin, dan Artinya
Diambil dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Digital, niat puasa Tasua sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Arab Latinnya: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasua lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT."
Perlu diingat, niat beribadah dalam syariat Islam hanya wajib ada di hati. Mengucapkan niat masih diperdebatkan ulama kesunnahannya. Mengingat, tidak ada riwayat yang menyebut Nabi SAW membaca niat sebelum puasa, tidak juga para sahabat.
Pahala Puasa Tasua Besok 24 Juni 2026
Apakah puasa Tasua memiliki keutamaan khusus? Berbeda dengan puasa Asyura yang ganjarannya adalah penghapusan dosa setahun lalu, puasa Tasua tidak memiliki keistimewaan serupa. Namun, bukan berarti pahalanya kecil.
Seperti sudah disinggung di atas, puasa Tasua dikerjakan pada bulan Muharram yang padanya pahala dilipatgandakan. Di samping itu, Nabi SAW pernah bersabda bahwa puasa pada bulan Muharram adalah yang paling utama setelah Ramadan.
Dinukil dari buku Catatan Fikih Puasa Sunnah karya Hari Ahadi, Nabi pernah ditanya puasa yang paling utama setelah Ramadan. Beliau menjawab:
"Puasa di bulan Allah, al-Muharram." (HR Muslim no 1163)
Tak berhenti sampai di sana, karena dikerjakan pada awal tahun, diharapkan puasa-puasa bulan Muharram dapat menghapuskan dosa yang mungkin dilakukan pada bulan-bulan selanjutnya. Berkata al-Wazir Ibnu Hubairah:
"Hadits ini menunjukkan keutamaan bulan al-Muharram, karena bulan ini ialah bulan pertama dalam setahun dan disambut dengan menjalankan ibadah. Sehingga dengan ini diharapkan dapat menghapuskan dosa-dosa yang terjadi di bulan-bulan yang tersisa. Hal ini seperti saat kami menyebutkan tentang keutamaan dzikir di waktu pagi." (Al-Ifshah, VIII/215)
Wallahu a'lam bish-shawab
3 Tingkatan Puasa Tasua dan Asyura Bulan Muharram
Puasa Tasua dan Asyura sunnah dikerjakan berturut-turut tanggal 9 dan 10 Muharram. Menurut ulama, ada 3 tingkatan dalam mengerjakannya.
Disadur dari buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa oleh Nur Solikhin, Imam as-Syaukani dan Ibnu Hajar menjelaskan 3 tingkatan puasa Tasua dan Asyura, yakni:
- Tingkatan pertama: Puasa Asyura saja, yakni tanggal 10 Muharram
- Tingkatan kedua: Puasa Tasua dan Asyura, tanggal 9 dan 10 Muharram
- Tingkatan ketiga: Puasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram
Dasar puasa tanggal 11 ini adalah hadits riwayat Imam Bukhari:
"Puasalah pada hari Asyura (10 Muharram) dan selisihilah Yahudi. Puasalah pada hari sebelum atau sesudahnya."
Dengan mengerjakan puasa selama 3 hari, detikers tidak perlu khawatir adanya kesalahan dalam penentuan tanggal. Alhasil, puasa Asyura tanggal 10 Muharram yang keutamaannya agung pasti didapat.
Nah, itulah ulasan mengenai puasa besok Rabu, 24 Juni 2026. Semoga bermanfaat, ya!
(num/dil)
