Kata Pemkab Klaten soal Temuan Minyak Goreng Bantuan Berbau Solar

Kata Pemkab Klaten soal Temuan Minyak Goreng Bantuan Berbau Solar

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 23 Jun 2026 17:09 WIB
Tampilan minyak goreng bantuan yang diterima warga Jogonalan, Klaten, Selasa (23/6/2026).
Tampilan minyak goreng bantuan yang diterima warga Jogonalan, Klaten, Selasa (23/6/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Warga di Kecamatan Jogonalan, Klaten heboh lantaran bantuan MinyaKita dari program bantuan pangan pemerintah berbau solar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengungkap, minyak berbau solar juga ditemukan di Kecamatan Wedi.

"Ternyata di Klaten ada dua kecamatan (minyak bau solar), yaitu Kecamatan Wedi dan Jogonalan. Atas laporan warga terus kita turun ke lapangan, ternyata minyak goreng itu rusak atau tercemar," terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten, Iwan Kurniawan, kepada awak media di kantornya, Selasa (23/6/2026).

Dijelaskan Iwan, pengadaan dan distribusi minyak goreng tersebut ditangani Bulog dan produsen. Dengan temuan itu semua yang terindikasi rusak ditarik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua produk akan ditarik, dan prosesnya sudah berjalan beberapa hari ini. Data terakhir yang kami terima di Kecamatan Wedi ada 9 desa dan di Kecamatan Jogonalan ada 4 desa, saat ini tengah proses penggantian," papar Iwan.

ADVERTISEMENT

Penggantian, kata Iwan, diberikan kepada semua KPM atau keluarga penerima. Baik yang minyaknya sudah digunakan atau yang belum semua diganti.

"Kalaupun sudah dipakai ya tetap diganti sesuai dengan data penerima di dua kecamatan. Info yang kami terima ya hanya dari satu produsen, seperti yang di Wonogiri," lanjut Iwan.

Sejauh ini, sebut Iwan, belum diketahui penyebabnya apakah ada kesalahan dalam proses produksi atau apa. Secara tampilan minyak memang agak keruh.

"Sebelumnya kan bersih, ini agak keruh. Kita belum pegang data laboratorium, apakah karena kesalahan proses produksi atau tercemar, kita belum tahu," jelas Iwan.

Bantuan yang dikeluhkan masyarakat ini, sambung Iwan, merupakan tahap kedua karena dimulai sejak Februari-Maret. Besarnya per keluarga penerima manfaat (KPM) beras 20 kilogram dan minyak.

"Bantuan selain minyak juga beras 20 liter," tutur Iwan.

Kepala Desa Sembung, Kecamatan Wedi, Sunarto menyatakan proses penggantian sudah dilakukan di desanya sejak hari Minggu (21/6). Warga hanya membawa plastik pembungkusnya saja.

"Bawa plastik pembungkusnya langsung diganti. Ada sekitar 400 penerima, keluhannya sama berbau," katanya kepada detikJateng.

Sebelumnya diberitakan, warga di beberapa desa di Kecamatan Jogonalan, Klaten, mengembalikan minyak goreng MinyaKita bantuan pemerintah. Minyak gratis dari program bantuan pangan itu dikeluhkan karena berbau solar.

"Baunya apek, seperti solar atau minyak pet (minyak tanah). Iya ini dikembalikan, alhamdulilah dapat ganti dan semoga tidak bau," ungkap warga Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Melani (40) kepada wartawan di kantor desa, Selasa (23/6) siang.

Dijelaskan Melani, minyak bantuan itu diterima hari Rabu (17/6) pekan lalu. Dirinya mendapat dua plastik dan ibunya juga dua plastik.

"Saya dapat dua, mamak saya dapat dua, total empat plastik kemasan jadi semuanya delapan liter. Baru kali ini begitu (apek) kemarin-kemarin tidak," katanya.




(apu/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads