Warga Klaten Ramai-ramai Kembalikan Minyak Goreng Bantuan gegara Bau Solar

Warga Klaten Ramai-ramai Kembalikan Minyak Goreng Bantuan gegara Bau Solar

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 23 Jun 2026 14:39 WIB
Warga menukarkan bantuan minyak kita di kantor Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Selasa (23/6/2026).
Warga menukarkan bantuan minyak kita di kantor Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Selasa (23/6/2026). (Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Warga di beberapa desa di Kecamatan Jogonalan, Klaten, mengembalikan minyak goreng MinyaKita bantuan pemerintah. Minyak gratis dari program bantuan pangan itu dikeluhkan karena berbau solar.

"Baunya apek, seperti solar atau minyak pet (minyak tanah). Iya ini dikembalikan, alhamdulilah dapat ganti dan semoga tidak bau," ungkap warga Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Melani (40) kepada wartawan di kantor desa, Selasa (23/6/2026) siang.

Dijelaskan Melani, minyak bantuan itu diterima hari Rabu (17/6) pekan lalu. Dirinya mendapat dua plastik dan ibunya juga dua plastik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dapat dua, mamak saya dapat dua, total empat plastik kemasan jadi semuanya delapan liter. Baru kali ini begitu (apek) kemarin-kemarin tidak," katanya.

Menurut Melani, karena bau apek, minyak tidak dilanjutkan untuk menggoreng. Sisanya ditaruh pada botol-botol bekas air mineral.

ADVERTISEMENT

"Saya taruh sini (botol). Terus ada informasi desa yang lain juga di HP, bilang jangan digunakan begitu," lanjut Melani sambil membawa botol bekas berisi minyak untuk ditukar.

Pantauan detikJateng, warga sejak pukul 10.00 WIB berdatangan ke kantor desa. Mereka membawa Minyakita yang masih tersisa atau yang belum digunakan.

Di kantor desa, dengan menunjukkan KTP dan membawa minyak yang berbau ke petugas, mereka diberi minyak yang baru. Minyak yang dirasa berbau memang terlihat lebih pekat warnanya dari penggantinya.

Diganti Minyak Goreng Baru

Sekretaris Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Cahyoko menyatakan warga yang menukar dari 11 wilayah RW. Totalnya ada 626 keluarga penerima manfaat (KPM).

"Ada 626 KPM, mulai mengembalikan hari ini. Baik yang masih ada atau tidak semua diganti minyak baru karena yang dikirim tadi malam sejumlah penerima," terang Cahyoko di kantor desa.

Menurut Cahyoko yang juga Satgas penanggulangan kemiskinan desa mengatakan keluhan warga semuanya sama yaitu bau solar. Warnanya juga lebih pekat.

"Yang mengganti dari pihak penyedia, ada yang bau solar dan minyak tanah. Yang membuat ragu warnanya beda dengan yang biasa warga dapat," papar Cahyoko.

"Infonya di seluruh desa di Kecamatan Jogonalan diganti semua," imbuhnya.

Warga Desa Bakung, Kecamatan Jogonalan, Sarjono menyatakan dirinya dapat dua kemasan total empat liter. Begitu dibuka aroma solar tercium.

"Begitu dibuka aroma solar tampak banget. Untungnya belum sempat saya gunakan tapi tempatnya bude sudah dan hari ini mulai dikembalikan untuk diganti," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten, Iwan Kurniawan menyatakan pemantauan terus dilakukan. Pemantauan dilakukan Dinas, Bulog dan produsen.

"DKPP, bersama Bulog, produsen pihak kecamatan dan desa, sudah turun ke lapangan. Dalam penyaluran Bulog kerjasama dengan beberapa produsen, kebetulan yg di Kecamatan Wedi dan Jogonalan satu produsen," terang Iwan.

Tindak lanjutnya, ungkap Iwan, semua produk yang rusak diganti baru. Saat ini masih proses berjalan penggantian produk.

"Saat ini masih proses berjalan penggantian produk, sampel produk yang rusak baru dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Kita masih menunggu hasil laboratorium belum keluar," jelasnya.




(aku/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads