Korwil SPPG Cilacap Bantah Pernyataan Plt Bupati soal Temuan 100 Titik Fiktif

Korwil SPPG Cilacap Bantah Pernyataan Plt Bupati soal Temuan 100 Titik Fiktif

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 24 Jun 2026 14:50 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Cilacap -

Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Cilacap, Yuda Prasetyo, membantah adanya 100 titik SPPG fiktif seperti yang sebelumnya disampaikan Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya. Menurutnya, titik-titik yang dimaksud bukanlah fiktif, melainkan masih dalam tahap pembangunan dan persiapan operasional.

Yuda menyebut informasi yang beredar mengenai keberadaan ratusan SPPG fiktif perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

"Kalau yang dimaksud beliau 100 SPPG fiktif itu bukan SPPG fiktif, tetapi SPPG yang masih dalam proses persiapan pembangunan," kata Yuda saat dihubungi wartawan, Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan, pernyataan yang menyebut adanya SPPG fiktif tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, seluruh titik yang terdata memang ada, hanya sebagian belum beroperasi karena masih dalam tahap pembangunan.

"Bukan fiktif. Itu SPPG yang mungkin dimaksud beliau masih dalam proses pembangunan," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Yuda juga membantah pernyataan yang menyebut sejumlah titik SPPG berada di kawasan hutan maupun kuburan. Menurutnya, tidak ada satu pun SPPG di Cilacap yang dibangun di area permakaman.

"Kalau yang di hutan itu karena wilayah Cilacap bagian barat memang masih banyak daerah pelosok. Ada SPPG yang dibangun di daerah terpencil, tetapi tidak di hutan. Kalau yang di kuburan, itu tidak ada. SPPG di Cilacap tidak ada yang seperti itu," ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total sekitar 300 titik SPPG yang terdata di Kabupaten Cilacap, sebagian besar telah beroperasi.

"Dari sekitar 300 titik itu, 220-an sudah operasional. Kemudian ada 114 yang masih dalam tahap pembangunan," jelasnya.

Menurut Yuda, Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya telah menetapkan target pembangunan SPPG selesai dalam waktu 45 hari sejak Surat Perintah Kerja (SPK) ditandatangani. Namun, di lapangan masih ditemukan sejumlah titik yang proses pembangunannya melampaui target tersebut.

"Memang ditemukan beberapa SPPG yang melebihi 45 hari belum dilakukan pembangunan. Mungkin ada kendala administrasi atau hal lainnya, kami kurang mengetahui secara detail," katanya.

Ratusan titik yang belum operasional tersebut, lanjut Yuda, tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

"Di 24 kecamatan ada semua, tersebar di seluruh kecamatan," ujarnya.

Menanggapi polemik yang muncul setelah pernyataan Plt Bupati Cilacap menjadi viral, Yuda mengatakan pihaknya telah melakukan langkah klarifikasi. Selain melalui media, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Plt Bupati untuk menggelar klarifikasi bersama.

"Kami sudah melakukan klarifikasi melalui media. Kemudian kami juga sudah berkoordinasi dengan Ibu Plt Bupati untuk melakukan klarifikasi bersama. Namun hari ini beliau berhalangan hadir karena masih berada di luar kota," katanya.

Terkait dugaan keterkaitan sejumlah titik SPPG dengan yayasan yang disebut terafiliasi dengan Sony Sanjaya, sosok yang belakangan menjadi tersangka dalam kasus dugaan jual beli titik dapur MBG, Yuda mengaku tidak memiliki data mengenai hal tersebut.

"Saya tidak punya data apakah SPPG tersebut terafiliasi dengan Pak Sony atau tidak. Kalau praktik jual beli, saya bukan mengatakan tidak ada, tetapi saya cenderung tidak tahu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya mengungkap temuan mengejutkan terkait pendataan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Dari lebih dari 300 titik yang tercatat, sekitar 100 titik diduga fiktif karena tidak ditemukan bangunan maupun aktivitas yang mendukung operasional SPPG.

Ammy mengatakan temuan tersebut terungkap setelah dilakukan pengecekan lapangan oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pusat. Hasilnya, sejumlah titik yang terdaftar justru berada di lokasi yang tidak memungkinkan untuk dijadikan fasilitas pelayanan.

"Sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik lebih di Kabupaten Cilacap. Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN pusat, kurang lebih ada 100 titik yang tidak ada bangunan apa pun. Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan," kata Ammy saat dimintai konfirmasi detikJateng, Selasa (23/6).




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads