Ibu Hamil Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kontrakan Pekalongan

Ibu Hamil Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kontrakan Pekalongan

Robby Bernardi - detikJateng
Rabu, 24 Jun 2026 14:52 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi mayat wanita. Foto: Dok.BeritaKlik
Pekalongan -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang ibu yang diketahui tengah hamil 4 bulan di Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, ditemukan tewas dini hari tadi. Korban ditemukan tewas tergantung di kamar kontrakannya.

Korban diketahui berinisial SK (43). Peristiwa pertama kali diketahui suami korban usai bangun dari tidurnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat terbangun sekitar pukul 03.00 WIB, suami korban mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di dalam kamar. Suami korban kemudian berusaha menurunkan korban dan memberikan pertolongan, namun korban sudah tidak memberikan respons," kata Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, saat dihubungi Rabu (24/6/2026).

Peristiwa itu kemudian diberitahukan kepada tetangga dan keluarga korban sebelum akhirnya dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Sragi. Polisi menyebut tak ada tanda kekerasan di tubuh korban.

ADVERTISEMENT

"Hasil pemeriksaan dokter menyatakan korban meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan mental emosional serta mengalami persoalan ekonomi," jelasnya.

"Polisi juga menemukan pesan singkat yang diduga ditulis korban kepada suaminya beberapa jam sebelum kejadian yang berisi curahan hati terkait kondisi ekonomi keluarga," tambah Warsito.

Atas hasil pemeriksaan di lokasi dan keterangan para saksi, peristiwa tersebut dinyatakan sebagai kasus meninggal dunia tanpa unsur tindak pidana. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Korban diketahui sedang mengandung empat bulan tersebut diduga mengalami tekanan batin setelah uang hasil jerih payahnya yang dipinjam sejumlah orang tak kunjung kembali.

Hal itu dikatakan Kepala Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Hadi Suwitno. Selama ini, korban tinggal di kos-kosan di Desa Siwalan untuk menjalankan usaha tempe keripik bersama suaminya.

"Korban dan suaminya sehari-hari membuat tempe keripik lalu dititipkan ke warung-warung. Mereka tinggal di kos di Desa Siwalan," kata Hadi.

Hadi menuturkan, berdasarkan cerita yang disampaikan suami korban, pada malam sebelum kejadian korban sempat berusaha menagih uang sekitar Rp 3 juta kepada seseorang yang sebelumnya meminjam uang darinya. Namun uang tersebut belum juga berhasil diperoleh kembali.

"Korban selama ini dikenal kerap meminjamkan uang kepada beberapa orang. Kondisi tersebut diduga membuat keuangan keluarga menjadi tertekan karena sebagian hasil usaha mereka belum kembali," jelasnya.

Kabar meninggalnya korban semakin menyisakan kepedihan setelah diketahui ia tengah menanti kelahiran buah hati dari pernikahan keduanya yang baru berjalan sekitar satu tahun. Berdasarkan keterangan keluarga, usia kandungannya telah memasuki empat bulan.

"Masih hamil sekitar empat bulan. Baru beberapa waktu lalu keluarga mengadakan syukuran kehamilan," ungkap Hadi.




(afn/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads