BGN Bantah 100 Titik SPPG Fiktif di Cilacap, Sebut Sudah Terdaftar

BGN Bantah 100 Titik SPPG Fiktif di Cilacap, Sebut Sudah Terdaftar

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 24 Jun 2026 21:41 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Semarang -

Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah (Jateng) buka suara terkait temuan 100 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga fiktif di Kabupaten Cilacap. BGN menegaskan tidak seluruh titik yang disebut itu merupakan SPPG fiktif.

Hal itu disampaikan Koordinator Regional BGN Jateng, Reza Mahendra. Ia mengatakan, sekitar 100 titik tersebut telah terdaftar dalam portal BGN sebelum kebijakan moratorium penambahan SPPG diberlakukan.

"Informasi tersebut tidak valid jika dikatakan 100 (SPPG) itu semua fiktif," kata Reza melalui pesan singkat, Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, 100 titik SPPG itu sudah mempunyai ID SPPG, sehingga menandakan pernah terdaftar dalam sistem BGN dan masuk tahap persiapan pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

ADVERTISEMENT

"Sudah kami konfirmasi ke Korwil Kabupaten Cilacap agar berkoordinasi dengan Plt Bupati Cilacap kaitannya dengan berita tersebut," jelasnya.

"Artinya kurang lebih 100 SPPG ini masuk proses persiapan. Sebelum ada moratorium atau penundaan penambahan SPPG, dalam portal itu dipersilakan membangun karena masuk proses persiapan," ujarnya.

Kendati demikian, Reza mengakui sebagian titik yang terdaftar tersebut memang belum menunjukkan perkembangan pembangunan.

"Kurang lebih 100 SPPG ini dari informasi yang kami peroleh sudah ada ID SPPG, artinya terdaftar melalui portal. Namun beberapa di antaranya tidak berprogres, tidak ada pembangunan," ungkapnya.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui alasan di balik tidak berjalannya proses tersebut. Ia meminta untuk menanyakan hal itu kepada pihak yayasan.

"Ini tanyakan ke yayasan harusnya kenapa tidak membangun," katanya.

Saat ditanya apakah 100 SPPG itu nantinya akan beroperasi, ia menyebut BGN masih memberlakukan moratorium penambahan SPPG baru sambil melakukan penataan dan refocusing penerima manfaat program MBG.

"Kebijakan pimpinan saat ini adalah moratorium SPPG baru. Jadi sementara tidak ada penambahan sampai dengan refocusing penerima manfaat selesai dilakukan," jelasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya mengungkap adanya sekitar 100 titik SPPG yang terindikasi fiktif. Temuan itu muncul setelah dilakukan verifikasi lapangan oleh Korwil BGN Cilacap bersama tim investigasi.

Ammy menjelaskan, dari lebih dari 300 titik yang tercatat, sekitar 100 titik diduga fiktif karena tidak ditemukan bangunan maupun aktivitas yang mendukung operasional layanan tersebut. Bahkan, sebagian titik tercatat berada di lokasi yang tidak masuk akal, mulai dari kawasan hutan, sawah, hingga area pemakaman.

"Sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik lebih di Kabupaten Cilacap. Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN pusat, kurang lebih ada 100 titik yang tidak ada bangunan apa pun. Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan," kata Ammy, Selasa (23/6).




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads