101 Calon Maba Jalur SNBP Tidak Daftar Ulang, Undip Cari Pengganti

101 Calon Maba Jalur SNBP Tidak Daftar Ulang, Undip Cari Pengganti

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 26 Jun 2026 15:57 WIB
Universitas Diponegoro atau Undip
Universitas Diponegoro. Foto: Dok. Laman Universitas Diponegoro
Semarang -

Sebanyak 101 calon mahasiswa baru (maba) yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Universitas Diponegoro (Undip) tidak melakukan daftar ulang. Jumlah tersebut setara sekitar 3 persen dari total mahasiswa yang diterima melalui jalur tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Heru Susanto. Ia mengatakan, pada jalur SNBP tahun ini, Undip menerima 3.180 calon mahasiswa.

"Di Undip sendiri untuk mahasiswa SNBP hanya sekitar 3 persen yang tidak daftar ulang. Misalnya ini dari 3.180 yang diterima, yang tidak daftar ulang hanya sekitar 101," kata Heru saat dihubungi detikJateng, Jumat (26/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heru menyebut, angka tersebut masih tergolong normal. Menurutnya, setiap tahun memang selalu ada calon mahasiswa yang memutuskan tidak melakukan daftar ulang.

ADVERTISEMENT

"Untuk SNBP dan SNBT biasanya relatif sama. Paling bergeser 1-3 persen yang tidak daftar ulang," ujarnya.

Sementara untuk calon maba Undip yang tak daftar ulang dari jalur SNBT sendiri ia mengaku belum bisa menyampaikan. Pasalnya proses SNBT masih belum selesai. Sementara ujian mandiri belum terlaksana.

"Jadi SNBT prosesnya masih berjalan, nggak bisa menyampaikan saat ini karena proses pembayaran aja masih bisa sampai tanggal 2 (Juli)," ucapnya.

Ia pun menjelaskan, kuota yang kosong akibat calon mahasiswa tidak melakukan daftar ulang tidak akan dibiarkan kosong. Daya tampung tersebut telah dialihkan ke jalur penerimaan berikutnya.

"Kalau daya tampung yang tidak dipenuhi di SNBP, itu nanti sudah mengalir ke SNBT. Kalau di SNBT tidak terpenuhi lagi, bisa mengalir ke UM (ujian mandiri). Jadi harusnya tetap terpenuhi," jelasnya.

Menurut Heru, alasan calon mahasiswa batal daftar ulang beragam. Sebagian terkendala biaya, tetapi ada pula yang memilih perguruan tinggi lain, diterima di sekolah kedinasan, hingga memutuskan bekerja.

"Rata-rata misalkan belum mampu pembayarannya. Walaupun Undip selalu memberikan ruang. Kalau mereka konfirmasi akan daftar ulang tetapi belum mampu membayar, pasti kami kasih solusi, contohnya bisa ditunda pembayarannya," katanya.

Selain itu, tambah Heru, Undip juga menyediakan berbagai bantuan agar mahasiswa tidak batal kuliah karena persoalan ekonomi yang dialaminua.

"Pada prinsipnya Undip akan mengupayakan agar tidak terjadi mahasiswa tidak bisa kuliah karena alasan ekonomi. Pasti akan kami carikan solusinya," tegasnya.

Oleh karena itu, Heru meminta calon mahasiswa yang mengalami kendala biaya tidak langsung mengundurkan diri. Ia meminta calon maba itu untuk menyampaikan kondisinya kepada pihak kampus.

"Kalau alasannya ekonomi, maka dikomunikasikan saja pada perguruan tingginya. Kalau di Undip, tolong dikomunikasikan ke Undip," ucapnya.

Menanggapi data adanya 60 ribu calon maba di Indonesia jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tak melakukan daftar ulang, Heru mengaku meragukan kabar tersebut.

"Saya tidak tahu sebenarnya dari mana (angka) itu. Kalau 60 ribu itu sangat tinggi meskipun itu se-Indonesia. Itu hampir 10 persen sendiri," jelasnya.

"Saya nggak bisa mengatakan (alasan 60 ribu tidak daftar ulang), karena saya sendiri menyangsikan angka itu. Bisa dikatakan saya nggak percaya angka sebesar itu," lanjutnya.

Adapun, dilansir dari detikEdu, belakangan beredar narasi bahwa terdapat 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang tidak mendaftar ulang. Namun Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, menegaskan bahwa narasi yang beredar bahwa 60 ribu siswa tidak daftar ulang SNBP itu tidak benar.

"60 ribuan itu (10% dari data total awal) yang tidak daftar ulang semua jalur (SNBP, SNBT, dan Mandiri) di SNPMB 2025," jelasnya melalui konfirmasi kepada detikEdu, Rabu (24/6).

"Untuk SNBP sendiri persentase daftar ulang dari yang diterima ada di angka 92%," kata Eduart lagi.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads