Anak lulusan SMP di desa-desa puncak Gunung Merapi, wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten terancam putus sekolah karena tidak masuk zonasi SMA negeri dan tak ada SMA maupun SMK swasta di wilayahnya. Warga meminta gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi turun tangan.
"Kepada bapak gubernur Jawa Tengah, saya selaku orang tua mohon bantuannya karena anak saya ingin masuk SMAN Kemalang tidak bisa," ungkap Widasih, warga Dukuh Gir Tengah, Desa Tegalmulyo kepada detikJateng, Sabtu (27/6/2026) siang.
Menurut Widasih, anaknya tidak bisa masuk SMAN Kemalang karena jarak yang terlalu jauh. Sedangkan sekolah satu-satunya yang dekat hanya SMAN Kemalang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan satu-satunya sekolah yang dekat ya hanya SMAN Kemalang. Untuk itu kami mohon kebijaksanaan bapak," lanjut Widasih.
"Perlu saya sampaikan masih banyak siswa yang tidak bisa masuk SMAN Kemalang selain anak saya," imbuhnya.
Menurut Subur, tokoh masyarakat Desa Tegalmulyo sampai saat ini belum ada kejelasan nasib warganya. Meskipun sudah ke cabang dinas wilayah.
"Belum ada keterangan sampai sekarang. Ya semoga ada solusi," katanya kepada detikJateng.
Terpisah, Sekdes Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu menyatakan ada dua warganya yang tidak bisa masuk ke SMAN Kemalang.
"Itu menurut informasi ada dua yang daftar ke SMAN Kemalang tidak diterima. Ada yang daftar ke SMAN Cangkringan, Sleman tidak diterima karena nilai karena Balerante masuk zonasinya," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Sadimin, menyatakan pihaknya tengah mengecek data terkait persoalan di Kecamatan Kemalang.
"Nanti kami cek data yang riil dulu, sambil menunggu finalisasi SPMB," ujarnya melalui pesan singkat.
Sebelumnya diberitakan, belasan anak warga Desa Tegalmulyo, Sidorejo dan Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten terancam putus sekolah gegara tersingkir sistem zonasi SMA Negeri Kemalang. Padahal desa-desa tersebut merupakan desa tertinggi, terakhir dan terpuncak di kawasan Gunung Merapi.
"Ya ini desa-desa terpuncak, desa terakhir di Gunung Merapi. Tidak ada SMAN kecuali SMAN Kemalang yang baru tahun ini diresmikan," ungkap tokoh masyarakat Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Subur kepada detikJateng, Jumat (26/6/2026) sore.
Dijelaskan Subur, data sementara ada sekitar 15 anak dari tiga desa yang tersingkir dari penerimaan murid baru. Mereka dari Desa Tegalmulyo, Sidorejo dan Balerante.
"Dari Desa Tegalmulyo, Sidorejo dan Balerante sekitar 15 anak. Dari Desa Tegalmulyo sendiri ada lima orang anak," jelas Subur yang juga Kasi Perencanaan Desa Tegalmulyo.
Menurut Subur, SMAN Kemalang merupakan satu-satunya harapan karena tidak ada SMA atau SMK lain di Kecamatan Kemalang. Warga Desa Balerante sebelum ada SMAN Kemalang bisa ke SMAN di wilayah Yogyakarta perbatasan tetapi sekarang tidak bisa.
"Sekarang sudah tidak bisa sebab setelah SMAN Kemalang dibuka, zonasinya juga berubah. Satu-satunya SMA ya hanya SMAN Kemalang itu," papar Subur.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin menyatakan masalah tersebut sudah dikoordinasikan dengan cabang dinas.
"Ya sudah kami komunikasikan dengan Cabdin V untuk diberikan solusi," jawabannya saat diminta konfirmasi detikJateng.
(afn/afn)
