Memburu Jejak Pembunuh Kakek Bos Bengkel di Purwokerto

Memburu Jejak Pembunuh Kakek Bos Bengkel di Purwokerto

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 29 Jun 2026 06:30 WIB
Garis polisi terpasang di lokasi kejadian temuan jasad pria lansia yang diduga dibunuh di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Sabtu (27/6/2026).
Garis polisi terpasang di lokasi kejadian temuan jasad pria lansia yang diduga dibunuh di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Sabtu (27/6/2026). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Seorang kakek pemilik bengkel inisial EM (67), ditemukan tewas diduga dibunuh di rumahnya di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Polisi menyatakan dua terduga pelaku kabur ke luar kota.

"Ada dua orang terduga pelaku yang masih kita kejar ke luar kota, tapi masih di Jawa Tengah. Terduga pelaku ini pakai mobil. Masih pengejaran," ungkap Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan, Minggu (28/6/2026).

Ardi menjelaskan pihaknya masih memeriksa istri korban berinsial IF (61), secara intensif. Pihaknya masih belum bisa menyimpulkan apakah istrinya terlibat dalam kasus dugaan pembunuhan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Istrinya kita masih kita periksa jadi saksi. Masih kita lakukan pendalaman. Terkait sepeda motor masih kita dalami apakah hilang benar atau disembunyikan," terangnya.

ADVERTISEMENT

Tewas dengan Kondisi Kepala Penuh Memar

Ketua RT 03 RW 09 Kelurahan Arcawinangun, Nartim, mengungkap dirinya mendapat kabar adanya warga meninggal pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu ia langsung menuju rumah korban bersama petugas keamanan lingkungan.

"Saya dibangunin, diketuk pintunya itu jam 2 pagi. Terus ke lokasi. Karena di RT ada petugas keamanan, kita musyawarah dulu. Tidak ada yang berani masuk, akhirnya sepakat melihat dari luar, difoto dulu baru keluar lagi. Tidak ada yang berani pegang jasadnya," kata Nartim saat ditemui di kediamannya, Sabtu (27/6).

Saat melihat kondisi korban, Nartim mendapati adanya memar di bagian kepala. Jenazah saat itu berada di kamar tidur dan sebagian besar tubuhnya telah ditutupi kain oleh istrinya berinisial IF (61).

"Jasadnya berada di kamar tidur. Ada luka di kepala, memar di bagian kepala. Tubuhnya sudah ditutupi kain, kemungkinan sama istrinya. Untuk melihat lukanya kainnya dibuka sedikit," ujarnya.

Kecurigaan warga semakin menguat setelah mengetahui ada darah yang mengalir dari telinga korban. Menurut Nartim, tetangga yang pertama kali melihat kondisi korban juga menilai kematiannya tidak wajar.

"Dari tetangga yang lihat pertama kali jasadnya juga sudah curiga ini meninggalnya tidak wajar. Kemungkinan besar dibunuh karena ada luka, itu ada darah mengalir dari telinga," ungkapnya.

Istri Korban Sempat Minta Tak Dilaporkan Polisi

Nartim melanjutkan, saat itu istri korban sempat meminta supaya kasus ini tidak dilaporkan ke polisi.

"Istrinya sempat bilang ke tetangga dan saya, minta jangan lapor polisi. Dia bilang agar cepat dimandikan dan dikubur. Jangan sampai tahu polisi, nanti urusannya panjang," ucap Nartim.

Nartim menyebut korban selama ini tinggal berdua bersama istrinya. Sementara kedua anaknya berada di luar daerah, yakni di Kalimantan dan Temanggung.

"Anaknya yang pertama di Kalimantan, yang kedua di daerah Temanggung," ucapnya.

Ia juga memastikan warga tidak mendengar adanya keributan atau suara gaduh dari rumah korban sebelum jasad Eddy ditemukan.

"Tidak ada yang mendengar suara gaduh sebelumnya," katanya.




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads