Polisi mengungkap sebanyak tujuh orang terluka akibat kecelakaan beruntun di Jalan Tentara Pelajar, depan Richeese, Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.
Kasubnit Gakkum Sat Lantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita mengatakan, kecelakaan itu melibatkan lima kendaraan, dua di antaranya mobil, dan tiga lainnya motor.
"Ada mobil Hyundai hitam, mobil Splash silver, motor Honda CBR, motor Beat, dan motor Vario," kata Novita melalui pesan singkat kepada detikJateng, Senin (29/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novita menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tujuh orang mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RS Pantiwilasa Dr Cipto serta RS Primaya Semarang.
"Korban ada 7, yaitu pengemudi Suzuki Splash, tiga pengendara sepeda motor, serta tiga penumpang Suzuki Splash. Mengalami luka ringan," tuturnya.
Para korban mengalami beragam luka mulai dari cedera kepala, luka pada dada, tangan, kaki, hingga sobekan pada bibir dan pelipis.
"Pengemudi Splash nyeri dada, pengendara CBR luka di tangan dan kaki, pengendara Beat luka di dagu, pengendara Vario luka di pelipis dan bibir sobek," jelasnya.
"Penumpang Splash ada yang cedera kepala dua dan satunya luka dada. Saat ini para korban dirawat di RS Pantiwilasa Dr Cipto Kota Semarang," lanjutnya.
Ia menjelaskan, kecelakaan bermula ketika mobil Hyundai hitam melaju dari arah timur ke barat. Diduga saat mendahului kendaraan di depannya, mobil itu berjalan terlalu ke kanan.
"Saat mendahului kendaraan di depannya berjalan terlalu ke kanan, melewati marka tengah tidak terputus, dan kurang waspada pandangan depan," ucapnya.
Akibatnya, Hyundai bertabrakan dengan Suzuki Splash silver yang melaju dari arah berlawanan. Benturan membuat Hyundai berputar dan kembali menabrak sepeda motor Honda Vario yang melaju dari arah timur ke barat.
"Sementara mobil Suzuki Splash terdorong ke belakang hingga menghantam motor Honda CBR dan Honda Beat yang berada di belakangnya," jelasnya.
Ia mengatakan, pengemudi Hyundai meninggalkan lokasi setelah kecelakaan, Minggu (28/6) pukul 18.15 WIB.
"(Pengemudi Hyundai masih belum ditangkap?) Betul, masih dalam lidik," kata Novita.
Novita pun mengajak masyarakat yang mengetahui keberadaan maupun identitas pengemudi Hyundai tersebut agar segera melapor.
"Barangkali ada warga masyarakat yang mengetahui dan melihat, bisa bantu menginfokan kepada kami," ujarnya.
Saat ditanya mengenai ciri-ciri pengemudi maupun rekaman CCTV di sekitar lokasi yang menangkap sosok pelaku, Novita mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman.
"(Sudah ada CCTV di sekitar lokasi yang merekam pengemudi?) Masih kami dalami," katanya.
Novita juga belum dapat memastikan identitas pengemudi Hyundai berwarna hitam tersebut. Kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan sebagai barang bukti.
"Identitas pengemudi Hyundai warna hitam tidak diketahui karena setelah kejadian meninggalkan TKP," ucapnya.
Adapun, berikut para korban yang mengalami luka ringan akibat kejadian itu:
1. Pengendara Suzuki Splash, Zaki (22) warga Tembalang, luka nyeri dada
2. Pengendara Honda CBR, Yuli (42), warga Malang, luka tangan dan kaki
3. Pengendara Honda Beat, Cindy (24), warga Jepara luka di dagu
4. Pengendara Vario, Evita (23), warga Kabupaten Semarang, luka pada pelipis dan bibir sobek
5. Penumpang Suzuki Splash, S Rejeki (55), warga Tembalang luka pada cidera kepala dan tangan kiri
6. Penumpang Suzuki Splash, Eko N (55), warga Tembalang luka pada cidera kepala
7. Penumpang Suzuki Splash, Budi (46), warga Tembalang luka di dada.
Diberitakan sebelumnya, aksi tabrak lari diduga memicu kecelakaan beruntun di Jalan Tentara Pelajar, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Senin (29/6/2026).
Pengemudi mobil Hyundai hitam diduga sempat menabrak kendaraan lain kemudian kabur hingga menghantam sejumlah kendaraan dan kembali kabur dari lokasi.
Salah seorang saksi mata, Angga (39) menyebut, peristiwa terjadi pukul 18.30 WIB. Mobil Hyundai hitam sudah melaju dari arah timur ke barat dengan tak terkendali sebelum kecelakaan beruntun terjadi.
"Mobil hitam itu sudah nabrak motor lain di Muhammadiyah, yang ditabrak seorang bapak sama anaknya, anaknya nangis," kata Angga kepada detikJateng di lokasi, Minggu (28/6).
Seorang saksi mata lainnya, Hanifah (27), mengatakan dirinya berada tepat di belakang mobil Splash saat berhenti di lampu merah Cinde. Tak lama kemudian, ia melihat mobil Hyundai melaju kencang dari arah berlawanan.
"Mobil hitam itu posisinya adalah dia mau sepertinya kayak mau putar balik. Orang-orang bilangnya mobil itu sudah mulai menabraki orang dari warung Padang," kata Hanifah kepada detikJateng.
