Sekolah Rakyat SD Sukoharjo Minim Siswa, Wamensos Tawarkan Ini ke Ortu

Sekolah Rakyat SD Sukoharjo Minim Siswa, Wamensos Tawarkan Ini ke Ortu

Tara Wahyu NV - detikJateng
Kamis, 02 Jul 2026 17:49 WIB
Wamensos, Agus Jabo dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar meninjau sekolah rakyat Sukoharjo, Kamis (2/7/2026)
Wamensos, Agus Jabo dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar meninjau sekolah rakyat Sukoharjo, Kamis (2/7/2026). Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Sukoharjo -

Kuota siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di Sekolah Raya Sukoharjo hingga kini belum terpenuhi. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengungkapkan, salah satu kendala utamanya adalah keengganan orang tua melepas anak mereka untuk tinggal di asrama.

Agus mengugkapkan, sampai saat ini baru ada 37 siswa dari target 90 siswa. Pihaknya pun masih berusaha memenuhi kuota siswa.

"Memang untuk SD itu (SR Sukoharjo) masih kurang. Baru 37 dari 90 (target). Kita akan coba terus supaya nanti bisa memenuhi kuota," ujar Agus Jabo usai meninjau lokasi Sekolah Rakyat (SR) Sukoharjo, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Agus, minimnya peminat di jenjang SD karena faktor psikologis antara orang tua dan anak. Menurutnya, banyak orang tua yang merasa belum tega membiarkan anak usia SD tinggal jauh dari rumah.

ADVERTISEMENT

"Karena orang tua kan masih susah ya, SD melepaskan anaknya untuk di boarding itu masih susah. Belum bisalah untuk melepaskan," tuturnya.

Sebagai solusi untuk mengatasi rasa berat hati orang tua, Kemensos telah menyiapkan fasilitas khusus berupa guest house. Fasilitas ini disediakan agar orang tua bisa menjenguk anak mereka sewaktu-waktu.

"Tapi kita berharap karena sewaktu-waktu kalau orang tua ini kangen sama anaknya mau datang silakan gitu loh, supaya kemudian kalau mereka mau bersekolah, mau berpisah dengan orang tuanya ya itu boleh nanti orang tuanya datang sewaktu-waktu," bebernya.

Agus mengakui, persoalan tersebut bukan hanya terjadi di Sukoharjo, namun juga secara nasional. Untuk itu, pihaknya masih memberikan pengertian kepada orang tua murid.

"Iya memang, ya tadi sudah saya sampaikan karena orang tua ya, orang tua belum bisa untuk melepaskan. Makanya kita apa namanya sedang berusaha untuk memberikan pengertian ya, supaya anaknya bisa sekolah, orang tuanya setuju, dan mereka sewaktu-waktu bisa menjenguk gitu loh," bebernya.

Lebih lanjut, Agus menyebut bahwa fasilitas asrama juga telah disiapkan secara lengkap baik untuk siswa maupun tenaga pengajar, hasil kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tak tanggung-tanggung, pihaknya juga menyiapkan guest house bagi wali murid yang berkunjung.

"Sudah disiapkan asrama untuk guru, untuk kepala sekolah, terus orang tua kalau sewaktu-waktu mau datang juga sudah disiapkan guest house. Jadi semuanya sudah kita siapkan ya, bersama Kementerian PU ya," pungkasnya.




(afn/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads