Jalan Simongan Semarang Diteror Ranjau Paku, Banyak Pemotor Jadi Korban

Jalan Simongan Semarang Diteror Ranjau Paku, Banyak Pemotor Jadi Korban

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Kamis, 02 Jul 2026 19:13 WIB
Jalan Simongan di Kecamatan Semarang Barat yang diduga menjadi lokasi penyebaran ranjau paku, Kamis (2/7).
Jalan Simongan di Kecamatan Semarang Barat yang diduga menjadi lokasi penyebaran ranjau paku, Kamis (2/7/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Warga Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, waswas dengan adanya informasi soal teror ranjau paku yang diduga disebar di jalan raya. Disebutkan tiga hingga lima motor dituntun lantaran ban gembos.

Kabar adanya ranjau paku di jalan wilayah Negmplak Simongan itu juga viral di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @beritasemaranghariini.

Dikatakan akun tersebut, menyebutkan adanya sandal yang dipasang paku diduga diletakkan di tengah jalan di Ngemplak Simongan dekat SPBU pada Senin (29/6) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebuah video memperlihatkan adanya temuan benda mencurigakan berupa sandal yang dipasangi sejumlah paku dan diduga sengaja diletakkan di tengah jalan kawasan Ngemplak Simongan, Semarang Barat, tepatnya di dekat SPBU, pada Senin (29/6/2026) malam. Benda tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan karena dapat menyebabkan ban kendaraan bocor hingga memicu kecelakaan. Hingga kini belum diketahui siapa pihak yang meletakkan benda tersebut. Warga mengimbau pengendara agar lebih waspada, terutama saat melintas pada malam hari," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng, Kamis (2/7/2026).

Dalam video yang diunggah tampak seseorang memperlihatkan sebuah sandal yang dipasang sejumlah paku. Paku tersebut tertancap di ban mobil.

ADVERTISEMENT

Warga sekitar, Wahyudi (42), mengatakan dirinya hampir setiap hari nongkrong di sebuah angkringan di dekat SPBU Simongan, Jalan Simongan. Sepekan belakangan, dia melihat adanya pengendara motor yang mengalami kebocoran ban.

"Sekitar semingguan ini seperti itu, lihat orang nuntun motor dari barat ke selatan," kata Wahyudi saat ditemui detikJateng di Jalan Simongan.

Wahyudi mengatakan, biasanya orang menuntun motor lantaran ban bocor pada sore hari. Sehari dia bisa melihat kejadian itu hingga lima kali.

"Sekali nongkrong empat sampai lima motor ada. Kemarin itu ada empat motor bannya kempes nuntun waktu-waktu sekarang ini (sore)," sebutnya.

Wahyudi mengaku belum pernah melihat seseorang yang menebar ranjau paku di jalan. Dia pun khawatir jika ada banyak paku yang sengaja disebar di jalan.

"Kalau orang nyebar ranjau itu paku belum pernah lihat. Pasti khawatir karena sekali pasang ban dalam sampai Rp 50 ribu," ungkapnya.

Warga sekitar lainnya yang juga membuka angkringan di sekitar SPBU Simongan, Rini (42), mengaku melihat orang menuntun motor lantaran ban kempes di Jalan Simongan setiap hari selama sepekan.

"Semingguan seperti itu, motor biasanya. Siang sama sore biasanya," kata Rini.

Orang-orang menuntun motor dari arah barat ke selatan. Dia pun waswas jika banyak paku disebar di jalan lantaran setiap paginya dirinya harus ke pasar.

"Tetap khawatir karena setiap pagi ke pasar," ucapnya.

Warga lainnya, Sima (38), tidak mengetahui adanya orang yang sengaja menyebarkan paku di jalan. Namun dia memastikan banyak ban motor yang terkena paku.

"Entah karena ada yang nebar atau apa kurang tahu. Tapi memang sering ada yang kena paku, tadi malam ada dua yang nuntun motor, berhenti di sini minum teh dulu," kata seorang bakul angkringan itu.

Dia mengatakan, dirinya sering melihat pengendara motor mengalami ban bocor karena terkena paku pada malam hari.

"Aku sering lihat, tapi malam. Kalau siang kurang tahu," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan pihaknya telah mengetahui video viral tersebut. Sebab itu, polisi kini berpatroli di sekitar Jalan Simongan.

"Terkait dengan video tersebut kita juga sudah monitor. Kemarin juga kami sudah menyampaikan ke tim piket untuk melakukan kegiatan patroli di wilayah tersebut," kata Riki saat dihubungi detikJateng.

"Tentu kita menyayangkan dengan adanya pihak-pihak tertentu yang mungkin sengaja melakukan hal tersebut. Kami mengimbau jika masyarakat ada yang menemukan pelaku penyebar paku untuk segera melaporkan," lanjutnya.

Polisi juga tengah menyelidiki terkait dugaan adanya orang yang sengaja menyebarkan ranjau paku di jalan itu.

"Tentu dari pihak kepolisian, karena memang kita juga upaya preventif kita tingkatkan, kita juga nanti mencari informasi dari masyarakat dan menurunkan beberapa anggota juga untuk menyelidiki terkait adanya unsur kesengajaan dari pihak tertentu yang memang berniat untuk mencelakai orang lain," pungkasnya.




(alg/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads