Curhat Sopir Muatan Telurnya Dijarah Usai Laka: Saya Pikir Diselamatkan...

Curhat Sopir Muatan Telurnya Dijarah Usai Laka: Saya Pikir Diselamatkan...

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 03 Jul 2026 14:33 WIB
Sejumlah warga mengambil muatan telur milik Arif yang terguling usai mengalami kecelakaan tunggal di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga.
Sejumlah warga mengambil muatan telur milik Arif yang terguling usai mengalami kecelakaan tunggal di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. (Foto: dok. Arif)
Purbalingga -

Peristiwa penjarahan muatan telur dari sebuah mobil pikap yang mengalami kecelakaan tunggal di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Sopir sekaligus pemilik muatan, Arif Rahman (50), menceritakan kronologi kejadian yang menyebabkan dirinya mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu (28/6) sekitar pukul 16.05 WIB di kawasan Kali Kacangan, Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Saat itu Arif bersama seorang helper bernama Romadon tengah mengangkut sekitar 1,3 ton telur dari kandang peternak menuju Purwokerto.

Arif menjelaskan, kecelakaan bermula ketika kendaraannya melintasi tanjakan setelah turunan. Dari arah berlawanan muncul sebuah mobil Avanza berwarna hitam yang menurutnya mengambil jalur terlalu ke kanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia melanjutkan, kondisi kendaraan kemudian kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling. Akibat kecelakaan tersebut, Arif dan rekannya sempat terjebak di dalam kabin selama sekitar 10 hingga 15 menit sebelum berhasil dievakuasi oleh warga.

"Kami terjebak di kabin sekitar 10 sampai 15 menit. Akhirnya warga datang membuka pintu sebelah kiri dan menolong kami keluar," ujar Arif saat ditemui di kediamannya, Kamis (2/7/2026).

ADVERTISEMENT

Saat masih berada di dalam kendaraan, Arif mengaku tidak memiliki firasat buruk. Ia mengira warga yang berdatangan bermaksud mengamankan telur-telur yang berserakan di lokasi.

"Saya masih berpikir positif. Saya kira telur-telur itu dibereskan supaya aman. Saya sama sekali tidak punya pikiran akan dibawa pulang," kata dia.

Namun setelah berhasil keluar dari kabin, ia baru menyadari sebagian besar telur justru dibawa oleh sejumlah warga.

"Awalnya saya husnuzan. Saya pikir diselamatkan, nanti saya ambil lagi untuk dijual. Ternyata malah dibawa pulang," ujarnya kecewa.

Di tengah situasi tersebut, Arif memilih memprioritaskan proses evakuasi kendaraannya dibanding mengejar warga yang mengambil muatan telur.

"Saya fokus bagaimana mobil ini bisa kembali ke jalan. Di tengah-tengah itu saya sempat melihat warga mengambil telur. Saya pikir ada yang mengoordinasi untuk mengamankan barang orang lain, ternyata dibawa pulang," kata Arif.

Arif memperkirakan nilai seluruh muatan yang hilang mencapai sekitar Rp 26 juta. Pihaknya memperkirakan setidaknya separuh muatan telur masih dalam kondisi layak jual.

"Nilainya sekitar Rp 26 juta. Ludes. Padahal kalau hanya terguling, mungkin masih ada sekitar 50 persen telur yang masih utuh dan bisa dijual lagi," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, ia mengaku hanya membawa pulang kendaraan dalam kondisi kosong. "Yang saya bawa pulang hanya mobil kosong. Saya anggap semua sudah hilang," kata Arif.

Sehari setelah kejadian, Arif mendatangi pemerintah desa melalui kepala dusun setempat. Meski mengalami kerugian besar, ia tetap menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah menyelamatkan dirinya dan helper dari dalam kabin.

"Saya sudah menyampaikan terima kasih kepada warga karena sudah menolong dan menyelamatkan kami. Itu memang fakta," ujarnya,

Ia juga berharap telur yang masih tersisa ataupun hasil penjualannya dapat dikembalikan. "Saya minta kepada Pak Kadus kalau masih ada barang yang tersisa bisa dikembalikan, atau kalau sudah terjual bisa diganti dalam bentuk uang," pinta Arif.

Hingga saat ini, Arif mengaku baru menerima uang pengganti sekitar Rp 750 ribu dari pihak yang tidak diketahui identitasnya. Selain itu, ia memperoleh informasi bahwa sekitar 30 kilogram telur telah dikembalikan, meski belum diambil.

"Sampai hari ini baru ada uang masuk sekitar Rp 750 ribu. Saya juga dapat informasi ada yang mengembalikan sekitar 30 kilogram telur, tapi belum saya ambil," kata dia.

Meski kecewa, Arif mengaku tidak ingin menyalahkan masyarakat setempat maupun memperkeruh keadaan.

"Saya tidak ada masalah dengan warga sana. Yang memviralkan bukan saya. Saya juga tidak pernah menyudutkan orang sana karena saya sendiri tidak punya media sosial," pungkas Arif.




(aku/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads