Viral di media sosial kejadian menyedihkan terjadi di Purbalingga, di mana muatan telur dari satu unit mobil yang mengalami kecelakaan ludes dijarah warga. Begini cerita pemiliknya, Arif Rahman (50).
Insiden ini terjadi pada Minggu (28/6) sekitar pukul 16.05 WIB Kali Kacangan, Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Arif yang juga menjadi sopir bercerita awalnya dia berkendara bersama seorang helper bernama Romadon.
Saat itu, mereka mengangkut telur seberat sekitar 1,3 ton yang diambil dari kandang peternak setempat menuju Purwokerto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif menuturkan, kecelakaan bermula ketika truk melintasi turunan lalu tanjakan di jembatan kawasan tersebut. Dari arah berlawanan muncul sebuah mobil Avanza berwarna hitam yang menurutnya mengambil jalur terlalu ke kanan.
"Sebelum saya menanjak, dari arah berlawanan ada Avanza hitam yang agak ke kanan. Saya menghindari tabrakan dengan mengambil sedikit ke kiri," kata Arif saat ditemui di kediamannya, Kamis (2/7/2026).
"Saya sudah gigi tiga, turun ke gigi dua, lalu gigi satu. Sudah hampir sampai puncak, tiba-tiba mobil oleng ke kiri, kemudian ke kanan, lalu roboh dan terguling ke kanan," lanjut dia.
Kondisi tangan Arif yang terluka akibat mobil Kijang Panther terbuka muatan telur miliknya mengalami kecelakaan tunggal. Foto: Anang Firmansyah/detikJateng |
Akibat kecelakaan itu, Arif dan helper-nya sempat terjebak di dalam kabin. Pintu sebelah kanan tertutup badan mobil yang terguling, sehingga mereka hanya bisa keluar melalui pintu kiri setelah dibantu warga sekitar.
"Kami terjebak di kabin sekitar 10 sampai 15 menit. Akhirnya warga datang membuka pintu sebelah kiri dan menolong kami keluar," ungkapnya.
Saat masih berada di dalam kabin, Arif melihat banyak orang berdatangan ke lokasi. Ia mengaku saat itu tidak memiliki prasangka buruk karena mengira warga sedang menyelamatkan muatan telur yang berserakan.
"Saya masih berpikir positif. Saya kira telur-telur itu dibereskan supaya aman. Saya sama sekali tidak punya pikiran akan dibawa pulang," katanya.
Namun setelah berhasil keluar dari kabin, Arif mulai menyadari sebagian telur yang semula dikumpulkan di tepi jalan ternyata justru dibawa oleh sejumlah orang.
"Awalnya saya husnuzan. Saya pikir diselamatkan, nanti saya ambil lagi untuk dijual. Ternyata malah dibawa pulang," tuturnya.
Arif mengaku saat itu lebih memilih fokus mengevakuasi kendaraan Kijang Panther terbuka yang terguling daripada mengejar orang-orang yang membawa telur.
"Saya fokus bagaimana mobil ini bisa kembali ke jalan. Di tengah-tengah itu saya sempat melihat warga mengambil telur. Saya pikir ada yang mengoordinasi untuk mengamankan barang orang lain, ternyata dibawa pulang," katanya.
Rugi Rp 26 Juta
Ia memperkirakan total muatan yang diangkut mencapai sekitar 1,3 ton dengan nilai sekitar Rp 26 juta.
"Nilainya sekitar Rp 26 juta. Ludes. Padahal kalau hanya terguling, mungkin masih ada sekitar 50 persen telur yang masih utuh dan bisa dijual lagi," ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Arif mengaku hanya bisa membawa pulang mobil bak terbuka dalam kondisi kosong.
"Yang saya bawa pulang hanya mobil kosong. Saya anggap semua sudah hilang," katanya.
Meski video warga mengambil telur ramai beredar di media sosial, Arif menegaskan dirinya bukan pihak yang merekam maupun menyebarkan video tersebut.
"Saya hanya mengklarifikasi bahwa saya tidak bikin video, saya tidak memviralkan. Tapi memang kenyataannya seperti itu," tegasnya.
Sehari setelah kejadian, Arif mendatangi pemerintah desa dan menyampaikan persoalan tersebut melalui kepala dusun setempat. Di sisi lain, ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah menyelamatkan dirinya dan helper dari dalam kabin.
"Saya sudah menyampaikan terima kasih kepada warga karena sudah menolong dan menyelamatkan kami. Itu memang fakta," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Arif berharap apabila masih ada telur yang tersisa atau sudah telanjur dijual, masyarakat bersedia mengembalikannya, baik dalam bentuk barang maupun uang.
"Saya minta kepada Pak Kadus kalau masih ada barang yang tersisa bisa dikembalikan, atau kalau sudah terjual bisa diganti dalam bentuk uang," katanya.
Hingga kini, Arif mengaku baru menerima uang pengganti sekitar Rp 750 ribu dari pihak yang tidak diketahui identitasnya. Selain itu, ada laporan sekitar 30 kilogram telur telah dikembalikan, meski belum sempat diambil.
"Sampai hari ini baru ada uang masuk sekitar Rp 750 ribu. Saya juga dapat informasi ada yang mengembalikan sekitar 30 kilogram telur, tapi belum saya ambil," ujarnya.
Menurut Arif, apabila telur-telur itu sejak awal diamankan, sebagian besar sebenarnya masih layak dijual karena kondisinya masih segar.
"Harapan kami hari pertama itu telurnya diselamatkan. Masih fresh, masih bisa dibersihkan lalu dijual lagi. Tapi apa daya, sudah hilang semua," katanya.
Meski mengalami kerugian puluhan juta rupiah, Arif mengaku tidak ingin memperkeruh suasana ataupun menyalahkan masyarakat setempat.
"Saya tidak ada masalah dengan warga sana. Yang memviralkan bukan saya. Saya juga tidak pernah menyudutkan orang sana karena saya sendiri tidak punya media sosial," ujarnya.
Arif mengatakan, selama sekitar 10 tahun menjalankan usaha distribusi telur, baru kali ini ia mengalami kejadian di mana telur-telurnya ludes diambil warga.
"Saya usaha ini sudah 10 tahun, baru pernah mengalami kejadian seperti ini," pungkasnya.

