Sejumlah toko seragam di Pasar Johar, Kota Semarang, mulai dipadati pembeli. Libur sekolah dimanfaatkan para orang tua untuk berburu seragam baru bagi anak-anak mereka jelang tahun ajaran baru.
Pantauan detikJateng di Pasar Johar, Kecamatan Semarang Tengah, tampak lapak yang menjual seragam sekolah ramai dengan para pembeli. Para orang tua membawa anaknya dan mencoba seragam sekolah. Salah satunya di toko seragam Bang Amat.
Karyawan toko Bang Amat, Eva (16), mengatakan lonjakan pembeli mulai terasa sejak awal Juli. Menurutnya, pengunjung paling ramai datang pada akhir pekan hingga membuat toko dipenuhi calon pembeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah ramai. Paling ramai biasanya hari Sabtu sama Minggu, itu biasanya kita kadang nggak bisa buat jualannya karena ramai, sampai berdesak-desakan," kata Eva kepada detikJateng di Pasar Johar, Selasa (7/7/2026).
Eva menyebut, pembeli berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA. Namun, seragam SD masih menjadi produk yang paling banyak dicari.
"Rata semua, tapi kebanyakan anak SD. Selain seragam juga banyak yang cari sabuk, topi, dasi, sama kaus kaki," ujarnya.
Di tokonya, harga seragam SD sendiri dibanderol mulai sekitar Rp 70 ribuan, sedangkan seragam SMP dan SMA mulai Rp 80 ribuan. Adapun harga dasi SD sekitar Rp 7 ribu, sementara dasi SMA sekitar Rp 20 ribu. Menurut Eva, jumlah pembeli sudah meningkat dibanding hari biasa.
Suasana pembeli seragam di Pasar Johar, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Selasa (7/7/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
"Kalau sudah mendekati masuk sekolah tambah ramai lagi. Sekarang sekitar tiga kali lipat dibanding hari biasa," jelasnya.
Ia mengatakan, kenaikan permintaan sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Ia memperkirakan keramaian masih akan meningkat menjelang masuk sekolah pekan depan.
"Yang paling ramai biasanya minggu kedua dan ketiga liburan. Jumat, Sabtu, Minggu itu paling ramai. Kemungkinan nanti sebelum masuk sekolah bakal lebih ramai lagi," katanya.
Eva juga mengungkapkan, tahun ini harga seragam mengalami kenaikan sekitar Rp 2 ribuan hingga Rp 5 ribuan per potong karena naiknya biaya produksi. Hal itu disebut gegara kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Kenaikan sekitar Rp 2-5 ribuan. Soalnya harga kain ikut naik, jadinya biaya konveksi juga naik, gara-gara harga BBM itu naik," ujarnya.
Sementara itu, karyawan Toko Seragam Barokah, Ida (63), mengungkapkan tokonya juga mulai ramai sejak awal liburan sekolah. Ia memperkirakan jumlah pembeli naik sekitar 15-20 persen dibanding hari biasa.
"Mulai awal liburan sudah ramai. Harapannya menjelang masuk sekolah tambah ramai lagi," kata Ida.
Sementara itu, karyawan Toko Mitra Seragam, Atun (60), mengaku kondisi tokonya belum seramai tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, banyak orang tua yang memilih menunda membeli seragam baru apabila seragam lama anaknya masih layak dipakai.
"Belum terlalu ramai. Mungkin karena ekonomi juga. Kan banyak yang kalau seragamnya masih bagus ya dipakai dulu," ujarnya.
"Tapi kalau dibanding hari-hari biasanya ya sudah mulai ramai ini. Ada lah sampai 30 persen naiknya," lanjutnya.
Salah seorang pembeli, Fitri (43), warga Jatingaleh, mengaku sengaja datang ke Pasar Johar untuk membeli dua setel seragam bagi anaknya yang akan masuk kelas X SMK.
"Tadi beli seragam OSIS sama Pramuka, habis Rp 492 ribu untuk dua setel. Saya beli sekarang saja daripada nanti makin ramai," kata Fitri.
Menurutnya, ia memilih berbelanja di Pasar Johar karena pilihan seragam cukup banyak. Meski demikian, ia menilai harga seragam tahun ini memang sedikit lebih mahal dibanding tahun lalu.
"Ya pasti ada kenaikan tiap tahun. Tapi saya beli di sini karena pilihannya banyak," ucapnya.
(apu/alg)

