Curhat Penyedia Perahu Amsyong gegara Jembatan Serayu Selesai Lebih Cepat

Curhat Penyedia Perahu Amsyong gegara Jembatan Serayu Selesai Lebih Cepat

Anang Firmansyah - detikJateng
Selasa, 07 Jul 2026 18:27 WIB
Kondisi perahu yang tadinya digunakan untuk mengangkut pemotor dan pejalan kaki selama Jembatan Serayu Banyumas diperbaiki, Selasa (7/7/2026).
Kondisi perahu yang tadinya digunakan untuk mengangkut pemotor dan pejalan kaki selama Jembatan Serayu Banyumas diperbaiki, Selasa (7/7/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Perbaikan Jembatan Serayu di Kabupaten Banyumas rampung lebih cepat dari jadwal. Akibatnya, penyedia jasa perahu untuk menyeberang Sungai Serayu itu pun harus tutup lebih cepat.

Diketahui, perbaikan Jembatan Serayu semula ditargetkan selesai pada 30 Juli 2026, tapi jembatan itu sudah kembali dibuka pada Senin (6/7) kemarin. Selama hampir tiga pekan penutupan total jembatan sejak 15 Juni lalu, perahu-perahu yang biasanya digunakan mengangkut pasir dialihfungsikan menjadi transportasi penyeberangan bagi warga.

Layanan itu muncul atas inisiatif para pemilik perahu untuk membantu masyarakat yang enggan memutar melalui jalur Mandirancan-Papringan. Penyedia jasa perahu itu ternyata tak seluruhnya untung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu penyedia jasa penyeberangan dari kawasan Klenteng Banyumas, Kuat, mengaku belum sempat tutup modal karena usahanya baru berjalan sekitar dua pekan.

Kuat bersama rekan-rekannya menyewa dua perahu nelayan dari Cilacap untuk melayani penyeberangan warga. Selain biaya sewa perahu harian, mereka juga menggelontorkan dana lebih dari Rp10 juta untuk membangun dek dan jalur turun kendaraan.

ADVERTISEMENT

"Perahunya sewa nelayan dari Cilacap, bayarnya harian. Untuk bikin dek sama jalur turun habis sekitar Rp 10 jutaan lebih. Perahunya ada dua," ujarnya saat ditemui detikJateng, Selasa (7/7/2026)

Ia mengaku semula memperkirakan penutupan Jembatan Serayu berlangsung hingga akhir Juli sesuai jadwal proyek. Namun, karena pekerjaan selesai lebih cepat, operasional penyeberangan pun ikut berakhir lebih dini.

"Baru jalan dua minggu. Tahunya penutupan sampai akhir Juli, ternyata jembatan dibuka lebih cepat. Nggak balik modal," jelasnya.

Pekerja Perahu Dapat Rp 120 Ribu Per Hari

Sementara itu, salah seorang pekerja perahu penyeberangan, Ponco, mengatakan para pekerja bisa mendapat Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per hari. Dia mengatakan pihak yang membantu menyeberangkan warga sebenarnya tidak semata mengejar keuntungan. Fokus utama mereka adalah membantu mobilitas masyarakat yang terdampak penutupan jembatan.

"Daripada perahu nganggur tidak mengangkut pasir, akhirnya kami inisiatif membantu masyarakat untuk penyeberangan. Kami tidak memikirkan untung-rugi, yang penting masyarakat terbantu," kata Ponco saat ditemui.

Menurutnya, kawasan dermaga yang berada dekat Pasar Banyumas menjadi titik penyeberangan paling ramai. Setiap hari pejalan kaki, pelajar, pedagang hingga pengendara sepeda motor memanfaatkan jasa penyeberangan tersebut.

Bahkan, Ponco mengaku ikut menjadi kuli panggul untuk membantu memindahkan barang bawaan penumpang dari perahu ke kendaraan.

"Di sini memang strategis, dekat pasar, alun-alun, angkutan umum juga ngetem di sini. Jadi ramai sekali," ujarnya.

Meski terlihat sederhana, penyediaan layanan penyeberangan membutuhkan modal yang tidak sedikit. Para pemilik perahu harus membuat rakit, jalur akses hingga mengganti kayu baru demi menjamin keselamatan penumpang.

"Modal tiap perahu beda-beda. Ada yang Rp 2 juta, Rp 3 juta sampai Rp 5 juta tergantung ukuran perahu. Yang penting konstruksinya kuat karena sekali jalan bisa mengangkut sampai 15 sepeda motor beserta penumpangnya," jelasnya.

Selama penutupan jembatan, terdapat tiga perahu yang beroperasi dari dermaga tersebut. Pendapatan kotor setiap harinya diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 juta. Namun, uang itu masih harus dipotong biaya operasional seperti bahan bakar, konsumsi hingga upah pekerja.

"Ada nakhoda, tukang tarik tambang, kernet. Pekerja rata-rata dapat Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu per hari. Kalau pemilik perahu ya istilahnya cuma balik modal, untungnya tipis," katanya.

Sebelum Jembatan Serayu kembali dibuka, para pengelola perahu bahkan menggelar syukuran dan selametan sebagai ungkapan rasa syukur karena operasional penyeberangan berjalan lancar tanpa kecelakaan. Kini seluruh perahu kembali difungsikan seperti semula untuk mengangkut pasir.

"Mulai hari ini perahu dibongkar lagi, diperbaiki yang bocor atau lapuk. Besok sudah mulai angkut pasir lagi," ucap Ponco.

Diberitakan sebelumnya, Jembatan Sungai Serayu yang menghubungkan Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Kalibagor bakal kembali dibuka untuk seluruh kendaraan mulai Senin (6/7) pukul 08.00 WIB. Pengerjaan jembatan selesai lebih cepat dari yang sebelumnya direncanakan selesai hingga 30 Juli 2026.

Semula, renovasi jembatan ditargetkan berlangsung selama 45 hari kalender sejak 15 Juni 2026. Namun pekerjaan berhasil dirampungkan lebih awal karena dilakukan tanpa henti selama 24 jam.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah, Nandang Sungkono, mengatakan percepatan proyek dilakukan dengan sistem kerja penuh selama sehari semalam.

"Selesai lebih cepat karena kita kerjakan 24 jam," kata Nandang saat dihubungi wartawan, Minggu (5/7).




(afn/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads