Polresta Banyumas Akan Limpahkan Pengusutan Kematian Sutrimo ke Polda Metro

Polresta Banyumas Akan Limpahkan Pengusutan Kematian Sutrimo ke Polda Metro

Anang Firmansyah - detikJateng
Minggu, 09 Agu 2026 14:51 WIB
Kondisi klinik kecantikan di Kebayoran Baru, Jaksel temoat pria bernama Sutrimo ditemukan tewas. (Adhfar/BeritaKlik)
Foto: Kondisi klinik kecantikan di Kebayoran Baru, Jaksel tempat pria bernama Sutrimo ditemukan tewas. (Adhfar/BeritaKlik)
Banyumas -

Keluarga almarhum Sutrimo melaporkan kematian Sutrimo ke polisi. Pihak keluarga mencurigai adanya ketidakwajaran atas kematian pria asal Desa Wlahar, Banyumas, itu. Polresta Banyumas kini melakukan pemeriksaan awal sebelum melimpahkan laporan tersebut ke Polda Metro Jaya.

"Ada laporan pengaduan dari keluarga almarhum Sutrimo mengenai kecurigaan dari keluarga bahwa almarhum Sutrimo itu meninggal tidak wajar," kata Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi saat dihubungi detikJateng lewat telepon, Minggu (9/8/2026).

Laporan tersebut diterima melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banyumas. Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan sejumlah pemeriksaan awal terhadap keluarga almarhum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui rangkaian peristiwa sekaligus menentukan wilayah hukum yang berwenang menangani perkara tersebut.

"Kami selaku penyidik penerima laporan polisi tentu melakukan pemeriksaan awal. Ini nanti yang menentukan penyidik mana yang akan berwenang," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, Polresta Banyumas kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. Petrus menyebut penanganan perkara nantinya akan dilanjutkan oleh penyidik Polda Metro Jaya sesuai dengan lokus delikti atau tempat terjadinya dugaan tindak pidana.

"Kemudian dari rangkaian keterangan yang kami peroleh, kami berkoordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya untuk kemudian kami akan melimpahkan LP tersebut kepada Polda Metro Jaya," ujar Petrus.

Petrus mengatakan saat ini laporan masih dalam tahap pemeriksaan awal. Pelimpahan akan segera dilakukan agar proses penanganan perkara dapat berjalan lebih cepat.

"Saat ini LP tersebut masih melakukan pemeriksaan awal dan kemudian kami akan segera melimpahkan supaya mempercepat penanganan," katanya.

Terkait kemungkinan makam Sutrimo dibongkar atau dilakukan ekshumasi untuk kepentingan penyelidikan, Petrus mengatakan keputusan tersebut sepenuhnya berada pada penyidik Polda Metro Jaya.

Menurutnya, penyidik nantinya akan menentukan apakah ekshumasi diperlukan untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo.

"Nah, kalau terkait itu, pastinya nanti apakah penyidik kami yang di Polda Metro Jaya yang akan melakukan, memerlukan ekshumasi atau tidak, itu pasti nanti domainnya dari penyidik Polda Metro Jaya," jelas Petrus.

Dia menambahkan, komunikasi antara Polresta Banyumas dan Polda Metro Jaya telah dilakukan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya terkait laporan tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi tadi sama Ditreskrimum Polda Metro Jaya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, keluarga almarhum Sutrimo akhirnya melaporkan kematian pria asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, ke Polresta Banyumas. Laporan itu dibuat setelah muncul berbagai pemberitaan dan isu simpang siur mengenai kematian Sutrimo.

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan laporan dibuat bukan karena keluarga sejak awal menemukan kejanggalan pada jenazah. Keluarga justru mengaku sempat melihat kondisi jenazah dan tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.

"Prinsipnya keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Wajar atau tidak, cuma itu saja," kata Aan seusai mendampingi keluarga membuat laporan, Sabtu (8/8) malam.

Aan mengatakan pihak keluarga awalnya menerima kematian Sutrimo. Namun, belakangan muncul berbagai informasi yang dinilai simpang siur sehingga keluarga ingin mengetahui kepastian penyebab kematiannya.

"Karena berita simpang siur ke sana-ke sini, mengganggu lingkungan sekitar buat keluarga juga lingkungan masyarakat di Desa Wlahar. Jadi keluarga ingin kepastian," ujarnya.

Dilansir detikNews, Sutrimo merupakan sosok laki-laki yang tewas dengan mulut berbusa di depan klinik Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sampai saat ini kematiannya masih menjadi misteri.

Penyebab kematian Sutrimo pun kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Sedangkan di media sosial, Sutrimo ramai disebut kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah.



(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads