Unik! 3 Penyelam Jadi Paskibra di Dasar Umbul Ponggok Klaten

Unik! 3 Penyelam Jadi Paskibra di Dasar Umbul Ponggok Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Minggu, 09 Agu 2026 15:26 WIB
Bendera ukuran jumbo dibentangkan di tengah Umbul Ponggok, Klaten, Minggu (9/8/2026).
Bendera ukuran jumbo dibentangkan di tengah Umbul Ponggok, Klaten, Minggu (9/8/2026). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Pengelola objek wisata umbul Ponggok di Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten, menggelar upacara pra 17 Agustus. Tiga penyelam menjadi pasukan pengibar bendera (paskibra) di dalam air. Mereka bertugas memasang dan menarik bendera pada tiang besi di tengah kolam.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB itu diawali upacara yang diikuti pengelola Umbul Ponggok dan wisatawan. Bendera merah putih diserahkan ke tiga penyelam oleh inspektur upacara.

Bendera itu lalu dibawa ke tengah kolam yang bening dengan ribuan ikan di dalamnya. Lagu Indonesia Raya mengiringi pengibaran bendera di tiang besi di tengah kolam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengibaran bendera merah dilakukan tiga penyelam, dua pria dan satu wanita. Dengan peralatan selam lengkap, ketiganya menerima bendera dari inspektur upacara di panggung sisi timur. Bendera dibawa menyelam ke tiang besi di tengah kolam.

Begitu tiba di sekitar tiang, 42 penyelam lainnya membentuk barisan setengah lingkaran. Satu orang maju sebagai pimpinan upacara. Layaknya upacara di darat, para penyelam dari berbagai organisasi baik SAR, relawan, dan atlet itu juga memberi hormat saat bendera mulai ditarik dan dibentangkan di dalam air.

ADVERTISEMENT
Pengibaran bendera merah putih di dalam Umbul Ponggok Klaten, Minggu (9/8/2026).Pengibaran bendera merah putih di dalam Umbul Ponggok Klaten, Minggu (9/8/2026). Foto: Dok. Umbul Ponggok

Sekitar 20 menit, bendera merah putih muncul dari dalam air menuju puncak tiang bertinggi sekitar 10 meter.

Setelah upacara selesai, 45 orang penyelam ganti membentangkan bendera merah putih ukuran besar. Bendera berukuran 18 x 20 meter itu dibentangkan di tengah kolam.

Selain pengibaran bendera merah putih, digelar fashion show berbahan batik eco print, lomba tangkap bebek untuk pengunjung dan kegiatan lainnya.

Direktur Bumdes Tirta Mandiri, Desa Ponggok, Nor Wasilah menjelaskan upacara hari ini baru pra 17 Agustus karena upacara intinya di tanggal 17 Agustus. Peserta 45 orang penyelam dari berbagai kota.

"Diikuti 45 orang penyelam dari Klaten, Yogyakarta dan Solo, kita ingin tunjukkan upacara bendera tidak hanya bisa di darat tapi di Umbul juga bisa. Di umbul juga bagus," jelas Nor kepada wartawan di lokasi, Minggu (9/8/2026) siang.

Dikatakan Nor Wasilah, para penyelam mengenakan kaos berbahan eco print yang alami di dalam air. Termasuk fashion show juga berbahan natural.

"Kita memakai bahan yang natural semua. Kita ingin tunjukkan di Indonesia ini, juga di Klaten kaya akan sumber daya alam," lanjut Nor.

"Ada pembentangan bendera merah putih juga dengan ukuran 18 x 20 meter," imbuh Nor.

Peserta pengibaran bendera merah putih, Tere (20) mengatakan mengibarkan bendera merah putih di dalam air ada tantangan tersendiri. Terutama karena ada tekanan air.

"Karena ada tekanan air jadi beda dengan di darat. Tantangan lainnya ya karena airnya dingin," katanya.

Peserta lain, Bayu mengatakan sudah dua kali ikut pengibaran bendera di dalam air. Meskipun demikian perlu latihan.

"Perlu latihan tapi cuma sekali karena beda dengan di darat. Apalagi saya yang bentangkan tali tadi," jelas Bayu.



(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads