Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Semarang Tembus Rp 90 Ribu/Kg

Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Semarang Tembus Rp 90 Ribu/Kg

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 12 Feb 2026 17:42 WIB
Para pedagang di Pasar Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (12/2/2026).
Para pedagang di Pasar Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (12/2/2026). (Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng)
Semarang -

Menjelang bulan suci Ramadan, kenaikan harga terjadi di pasar tradisional di Kota Semarang. Cabai rawit atau yang kerap disebut cabai setan tembus hingga Rp 90 ribu per kilogram (kg).

Pantauan detikJateng sore ini di Pasar Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, tampak para pedagang masih berjualan. Beberapa pembeli tampak membeli cabai hanya seperempat kilogram saja akibat harga yang melambung.

"Harganya pada naik mau bulan puasa, jadi ada penurunan penjualan juga. Yang biasanya beli setengah kg jadi cuma beli seperempat kg," kata salah satu pedagang, Suprihati (53) kepada detikJateng, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suprihati mengatakan, kenaikan di lapaknya itu sudah terasa sejak seminggu terakhir ini. Mulai dari cabai setan hingga minyak mengalami kenaikan.

"Bawang merah, cabai setan, naiknya agak tinggi. Cabai setan sampai Rp 90 ribu, tadinya di sini Rp 80 ribu. Terus bawang merah Rp 60 ribu, tadinya Rp 50 ribu. Minyak juga naik dari Rp 19 ribu per liter, dari Rp 18 ribu," urainya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kenaikan harga ini akan terus terjadi hingga Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Ia mengaku tak tahu kapan harga kembali normal.

"Naik seminggu yang lalu, memang biasa menjelang Ramadan. Normalnya lagi kurang tahu kapan. Kalau ini pasokannya dari Bandungan, tapi ada juga yang dari Pasar Johar, dari sananya sudah naik," jelasnya.

Hal serupa terjadi di lapak milik Jumirah (68). Cabai setan yang dijualnya pun naik drastis dan kini tembus hingga Rp 90 ribu per kg.

"Harganya naik banyak, terutama cabai, bawang merah, bawang putih, sayur. Cabai naik Rp 40 ribu, tadinya Rp 50 jadi Rp 90 ribu, langsung naik, nggak bertahap," ungkapnya kepada detikJateng.

Menurutnya, Ramadan tahun lalu harga tidak meningkat drastis seperti tahun ini. Ia menduga, hal itu dikarenakan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Sejak ada MBG itu kan stok diambili MBG, jadi naik. Mau ramadan harganya mungkin bisa naik lagi. Kalau tahun kemarin stabil, tahun ini sangat berpengaruh gara-gara MBG," ujarnya.

Ia mengatakan, bawang merah yang tadinya dihargai Rp 30 ribu pun naik menjadi Rp 60 ribu. Sementara harga cabai keriting merah Rp 50 ribu.

"Kalau sayuran naik semuanya, hampir Rp 4 ribu rata-rata kenaikannya. Harga sayur kalo labu siam dulunya Rp 5 ribu jadi Rp 9 ribu. Rata-rata kenaikannya segitu. Bayem, sawi, harganya juga segitu," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan Pemkot Semarang terus memantau harga di pasaran menjelang Ramadan.

"Sudah dipantau terus-menerus, jadi kita memiliki sistem, alat, supaya (harga) stabil. Tapi memang agak mengerikan sih (kenaikannya)," ujarnya.

Ia menyebut, Badan Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan melakukan operasi pasar untuk mengintervensi pasar dan pusat-pusat perdagangan.

"Kita harus memahami bahwa kenaikan harga yang terlalu tinggi akan menimbulkan inflasi. Kalau inflasi dalam kurun waktu yang sangat panjang, akan membuat ekonomi rontok. Kalau ekonomi rontok nggak ada orang punya uang, yang jualan juga nggak laku," tutupnya.




(alg/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads