Menjelang libur Lebaran, jasa penitipan hewan atau anak bulu (anabul) alias hotel anabul kebanjiran pelanggan. Hewan yang check-in (masuk) disebut meningkat hingga 5 kali lipat, dan seluruh kamar sudah full booked.
Pantauan detikJateng di hotel hewan bernama 'Pet Central Semarang' di Pasar Karang Ayu, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, terlihat kucing dan anjing tengah dibersihkan. Kamar-kamar sudah terisi penuh dengan para hewan yang dititipkan.
Owner hotel hewan tersebut, Ayu Rizky Latifah (29), mengatakan lonjakan permintaan sudah terasa sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Banyak pemilik hewan peliharaan memilih menitipkan anjing dan kucing mereka saat mudik atau liburan ke luar kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau menjelang Lebaran ini, biasanya mulai ramai itu dari H-5 sampai H+5. Sekarang semua kamar sudah full booking, baik untuk kucing maupun anjing," kata Ayu di hotel hewan, Selasa (17/3/2026).
"Perbandingannya dengan hari biasa jauh sekali. Biasanya per hari penginapannya bisa 20-an, kalau hari-hari libur bisa sampai 100, lima kali lipat. Ramai orang menitip saat liburan, tapi paling ramai Lebaran," lanjutnya.
Menurutnya, pemesanan sebenarnya sudah masuk sekitar satu bulan sebelumnya. Namun, kapasitas benar-benar penuh terjadi mendekati hari raya.
"Booking sudah ada dari sebulan lalu, tapi sampai full itu di H-5 sampai H+5 Lebaran sudah penuh semua.Yang kucing paling banyak check-in mulai nanti malam," jelasnya.
Hotel anabul 'Pet Central Semarang', Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, full booked jelang Lebaran. Foto diambil Selasa (17/3/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
Dalam satu periode Lebaran, hotel hewan miliknya mampu menampung sekitar 80-100 ekor hewan. Mayoritas di antaranya merupakan anjing, yaitu sekitar 70 ekor.
"Kalau untuk Lebaran, petugasnya juga kita naikkan dua kalinya. Biasanya satu shift hanya ada 3 orang, ini kita tambah sampai 6 orang," ujarnya.
Meski permintaan tinggi, Ayu mengaku tetap membatasi kapasitas demi menjaga kualitas layanan. Bahkan, tidak sedikit calon pelanggan yang terpaksa ditolak karena kuota sudah penuh.
"Tahun ini permintaan lebih banyak dari tahun lalu, tapi karena kapasitas terbatas, ada yang harus kita tolak," katanya.
Tarif Kamar Mulai dari Rp 85 Ribu
Ayu menjelaskan tarif yang ditawarkan bervariasi, tergantung tipe besar-kecilnya kamar. Saat ini tersedia tiga tipe kamar dengan harga mulai Rp 85 ribu hingga Rp 150 ribu per malam per ekor.
"Fasilitasnya kita setiap hari ruangannya free AC, AC-nya 24 jam nyala terus, sudah dapat airnya, diajak bermain setiap siang, jalan-jalan pagi dan sore. Kita ada dokter visitnya, jadi sewaktu-waktu kalau misal anjingnya diare, atau kondisi yang lain, nanti kita langsung laporkan ke dokternya," urainya.
"Kalau untuk penginapannya biasanya minimal mereka (hewan) dititipkan 5 hari, bisa 10 hari, sampai 2 minggu juga ada, mungkin karena ke luar negeri," lanjutnya.
Hotel anabul 'Pet Central Semarang', Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, full booked jelang Lebaran. Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
Sebelum check-in, setiap anabul ini wajib melalui pemeriksaan kesehatan. Hewan yang terindikasi penyakit tertentu tidak akan diterima demi menjaga kesehatan hewan lain.
Ayu sendiri telah menjalankan usaha ini sejak tiga tahun lalu. Berawal dari kecintaannya terhadap hewan, ia melihat peluang bisnis hotel hewan dengan konsep ruangan yang lebih nyaman dibanding kandang.
"Karena suka bermain dengan anjing dan saya punya pengalaman menitipkan anjing, menurut saya perlu di-update. Di Semarang, biasanya cuma dititip pakai kandang, sekarang kita ubah pakai ruangan," jelasnya.
Ke depan, ia berencana menambah fasilitas baru seperti layanan foto khusus untuk hewan peliharaan, agar pengalaman menginap menjadi lebih menarik.
"Jadi nanti bukan cuma manusia yang bisa foto, tapi anjing dan kucing juga bisa photoshoot," tuturnya.

