Sulap Triplek Jadi Miniatur Kapal, Nelayan Pati Raup Cuan Jutaan

Sulap Triplek Jadi Miniatur Kapal, Nelayan Pati Raup Cuan Jutaan

Dian Utoro Aji - detikJateng
Minggu, 29 Mar 2026 16:45 WIB
Nelayan asal Pati, Santo, raup cuan dari sulap triplek jadi miniatur kapal. Foto diambil Minggu (29/3/2026).
Nelayan asal Pati, Santo, raup cuan dari sulap triplek jadi miniatur kapal. (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Pati -

Seorang pria di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati menyulap triplek menjadi miniatur kapal. Tak main-main miniatur kapal buatannya dijual dengan banderol harga Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.

Pria itu adalah Santo (52) warga Desa Bendar RT 5 RW 5. Di tengah kesibukannya menjadi nelayan, ia juga menekuni perajin miniatur kapal.

Dia menekuni kerajinan ini sejak tahun 2019 silam. Berawal dari hobi dan keseharian sebagai nelayan di Juwana, ia mencoba membuat miniatur kapal berbahan triplek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena hobi dan keseharian nelayan, sejak tahun 2019 lalu," kata Santo saat berbincang dengan detikJateng ditemui di Bendar Kecamatan Juwana, Minggu (29/3/2026).

ADVERTISEMENT

Santo menceritakan untuk membuat satu unit miniatur kapal dia menggunakan bahan triplek. Triplek yang digunakan tidak sembarangan. Yakni menggunakan jenis meranti yang tahan lama dan kuat.

Dalam proses merakit miniatur kapal dia membutuhkan waktu sampai 15 hari. Mulai dari merakit, memasang mesin kapal, sampai tahap akhir.

"Bahannya tripek meranti, bikinnya 15 hari dikerjakan sendiri. Mesinnya beli sendiri, mesin motor-motoran," jelas Santo.

Santo mengaku tidak mudah merakit miniatur kapal. Sebab, detail ukuran lebih kecil dibandingkan dengan aslinya sehingga membutuhkan ketelitian ekstra.

"Kesulitan yang bagian kecil itu dibakar pakai lilin, bagian detail, harus teliti," terang dia.

Untuk menggerakkan miniatur kapal, Santo menggunakan mesin motor. Miniatur kapal buatannya bisa dikendalikan dengan remote kontrol.

"Ukuran 1,5 meter dengan lebar 40 sentimeter. Kemudian yang paling kecil 1 meter dengan lebar 25 sentimeter dan 30 sentimeter," terang dia.

Satu unit miniatur kapal miliknya dijual seharga Rp 6 juta sampai dengan Rp 20 juta. "Dulu sampai Rp 20 juta, sekarang Rp 15 juta yang besar dan kecil Rp 6 juta," terang dia.

Dia mengaku para pembeli kapalnya berasal dari Rembang, dan Purwodadi. "Pembeli dari Rembang, Purwodadi paling jauh Batang juta ada. Dijual 10 lebih," jelasnya.

Santo menambahkan miniatur kapal miliknya biasa digunakan untuk perlombaan. Mulai lomba kecantikan kapal sampai lomba balap miniatur kapal.

"Itu digunakan permainan biasanya ikut lomba. Rata-rata pembeli digunakan untuk lomba permainan di rawa di kali, di tambak," ungkapnya.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads