Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo kembali menggelar upacara adat Grebeg Besar hari ini. Kali ini acara adat yang dihelat menyambut Hari Raya Kurban itu digelar oleh kubu Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi.
Acara ini merupakan Grebeg Besar kedua yang digelar oleh Keraton Solo pada Hari Raya Kurban ini. Sehari sebelumnya kubu PB XIV Purbaya juga menggelar acara serupa.
Prosesi Grebeg Besar ini diawali dengan prosesi di dalam Keraton. Kemudian kirab dimulai dari Kamandungan, yang diikuti prajurit keraton, abdi dalem, gunungan, dan gamelan sekira pukul 10.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kirab menuju Pagelaran, dan berakhir ke Masjid Agung Solo. Sepasang gunungan ikut dikirab, dan jadi rebutan warga setelah didoakan. Nampak, PB XIV Mangkubumi tidak ikut dalam kirab tersebut.
Namun dalam Grebeg Besar ini, semua gunungan diperebutkan di Masjid Agung, tidak ada yang kembali ke Keraton dalam keadaan utuh. Biasanya, ada satu gunungan yang dikirab kembali ke Keraton.
"Itu memang perintah saya tadi pagi, supaya diberikan semua di masjid, karena sudah diikhlaskan untuk masyarakat di masjid, sehingga tidak ada yang dibawa masuk (ke Keraton) lagi. Kalau abdi dalem sudah ada jatahnya sendiri," ucap Pengageng Sasana Wilapa versi kubu PB XIV Mangkubumi, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, usai acara, Kamis (28/5).
Terkait adanya Grebeg Besar yang dilakukan kubu PB XIV Purbaya pada sehari sebelumnya, Gusti Moeng enggan mengomentari. Dia menilai masyarakat sudah bisa menilai sendiri.
"Kalau yang sudah disepakati, dan sudah diubah dawuhnya sejak bapak (PB XII), supaya memberikan kesempatan bagi Sentono dan abdi dalem yang juga melakukan kurban di rumah masing-masing, makanya keraton mengambil hari kedua. Termasuk Idul Fitri juga begitu. Yang tidak diundur Maulud Nabi, karena Maulud Nabi itu baku bagi keraton, dan peringatan sejak tanggal 5 Maulud sudah ada gamelan Sekaten," pungkasnya.
(ahr/ams)