Dua raja yang mendeklarasikan sebagai Paku Buwono (PB) XIV Keraton Solo yakni PB XIV Mangkubumi dan PB XIV Purbaya hadir dalam prosesi Kirab Malam 1
Suro. Meski berada di satu tempat, kedua kubu menggelar prosesi Kirab sendiri-sendiri.
Dari pantauan detikJateng, PB XIV Mangkubumi sudah hadir sejak pukul 19.40 WIB. PB XIV Mangkubumi duduk di Paringgitan menghadap ke timur bersama KGPH Panembahan Agung Tedjowulan. Sama halnya peserta kirab dari PB XIV Mangkubumi yang menghadap timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keributan kecil sempat terjadi saat PB XIV Mangkubumi berdiri di depan Sasana Parasedya. Saat itu, tiga putri PB XIII, GKR Panembahan Timoer Rumbay, GKR Devi
Lelyana, dan GKR Dewi Ratih Widyasari sempat memberikan reaksi terhadap aksi tersebut.
Pertikaian kecil itu tidak berlangsung lama dan PB XIV Mangkubumi bersama GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng dan GKR Koes Indriyah. Setelah itu, ketiganya
kembali ke kursi yang telah disediakan.
PB XIV Purbaya menghadiri kirap malam 1 Suro. Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng |
Tak berselang lama, Paku Buwono XIV Purbaya keluar dan duduk di Sasana Parasedya yang telah disiapkan. Peserta dari Paku Buwono XIV Purbaya sendiri menghadap ke barat.
Sampai saat ini, baik dari Kubu PB XIV Mangkubumi maupun PB XIV Purbaya belum memulai prosesi Kirab Pusaka Malam 1 Suro, gamelan juga belum berbunyi.
Juru Bicara Paku Buwono XIV Purbaya, KPA Singonagoro, mengatakan bahwa persiapan kirab sudah selesai semua. Pihaknya juga komitmen Keraton untuk menjaga agar prosesi kirab pusaka berjalan lancar, damai, dan bebas dari gangguan oknum.
"Dari Sinuhun (PB XIV Purbaya) kami sudah siap semua, sudah ditata dan dipersiapkan. Insyaallah kita tetap berkomitmen menjaga Suro ini tetap lancar dan damai," kata KPA Singonagoro ditemui di Talangpaten, Selasa (16/6/2026).
Dirinya berharap pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro berjalan dengan lancar. Apalagi, kegiatan tersebut sudah terjadi sejak Paku Buwono XII dan Paku Buwono
XIII.
"Kami berharap tidak ada oknum-oknum yang menumpangi atau menciptakan suasana kurang enak. Ini adalah kegiatan rutin yang sudah ada sejak era PB XII dan PB XIII. Kami melanjutkan estafet kepemimpinan," tegasnya.
Terkait jumlah pusaka yang akan dikirab, Singonagoro menyatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu titah atau dawuh dari Sri Susuhunan Paku Buwono (PB) XIV Purbaya.
"Sampai hari ini belum (ada keputusan jumlah pusaka). Nanti kita lihat saja, karena kita tidak boleh ndisiki kerso (mendahului kehendak) Sinuhun (PB XIV
Purbaya). Tergantung titah dan instruksi Sinuhun," jelasnya.
Terpisah, dari kubu PB XIV Mangkubumi, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), Eddy Wirabhumi, mengatakan pihaknya berharap seluruh pihak dapat saling menahan diri demi kelancaran acara.
"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk saling menahan diri, menjaga harkat martabat, juga nama besar Keraton, nama besar Indonesia. Nama besar orang Jawa
yang katanya santun dan penuh nilai luhur jangan tercederai dengan masalah yang tidak begitu penting," ujarnya.
Eddy menyebut bahwa rangkaian Kirab Pusaka Malam 1 Suro seperti tahun kemarin. Dirinya menyebut bahwa rangkaiannya nanti tidak ada haul untuk PB X.
"Ada banyak sebetulnya dan malam satu suro itu kan bersamaan dengan haulnya PB X dan kebetulan kalau dari kami sudah melakukan kegiatan itu kemarin supaya hari ini tidak terlalu padat nanti ada dupakan juga kita lakukan," terangnya.
Rangkaian mereka, berbeda dengan rangkaian dari PB XIV Purbaya yang memakai Haul PB X.
"Cuma kalau yang ini komplit ya dari haul dan dupakan, dan dupakannya seperti doa bersama terus perjalanan kirab sampai yang lain kirab ada yang bermunajat
ada yang shalat tahajud sambil menunggu mereka kembali seperti tahun-tahun kemarin," pungkasnya.
(apl/apl)

