2 Ekor Masih Birahi, Kirab Malam 1 Suro di Solo Hanya Diikuti 3 Kebo Bule

2 Ekor Masih Birahi, Kirab Malam 1 Suro di Solo Hanya Diikuti 3 Kebo Bule

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 16 Jun 2026 16:48 WIB
Dua ekor kebo bule yang tidak menjadi cucuk lampah karena masih masa birahi, Selasa (16/6/2026)
Dua ekor kebo bule yang tidak menjadi cucuk lampah karena masih masa birahi, Selasa (16/6/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Prosesi Kiran Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Solo kali ini hanya akan menghadirkan 3 ekor kebo bule keturunan Kyai Slamet. Jumlah ini berkurang dari rencana awal yang disiapkan sebanyak 5 ekor.

Serati Mahesa Keraton Solo, Heri Sulistyo mengungkapkan bahwa pengurangan jumlah kebo bule ini dikarenakan dua ekor di antaranya sedang dalam kondisi birahi.

"Kemarin rencana ada lima. Tapi yang dua itu (sedang) birahi, jadi nggak bisa. Takutnya di jalan ndak mau jalan," ujar Heri saat ditemui usai prosesi jamasan di Alun-alun Kidul Solo, (16/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heri menjelaskan, ketiga kebo bule yang dipastikan siap menjadi cucuk lampah kirab adalah Paing, Nyai Wage, dan Suro. Sementara dua kebo yang terpaksa diistirahatkan karena sedang birahi bernama Ponco dan Mugi.

ADVERTISEMENT

Pihak keraton sengaja tidak memaksakan Ponco dan Mugi untuk turun ke jalan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk risiko mengamuk di tengah kerumunan warga.

"Nanti takutnya di jalan rewel gitu loh, takutnya ngenai pengunjung. Membahayakan pengunjung, jadi sudah ndak (diikutkan), tadi Paing, Nyai Wage, sama Suro, " jelasnya.

Meski biasanya kirab diikuti oleh lima, tujuh, bahkan hingga sembilan ekor kebo bule, Heri menegaskan bahwa jumlah tiga ekor kali ini tidak melanggar adat atau persyaratan ritual. Tidak ada aturan baku mengenai jumlah kebo yang harus bersifat ganjil atau genap.

"Wah kalau (persyaratan jumlah) nggak. Yang penting ada kebo-kebo (keturunan) Kyai Slamet. Itu yang mau jalan, ya itu aja. Umpama yang mau jalan dua, ya dua itu," tuturnya.

Pihaknya juga tidak mencari kebo pengganti karena memang kelima kebo tersebut yang sudah dipersiapkan dan dilatih sejak jauh-jauh hari. Ketiga kebo yang terpilih juga sudah melalui proses gladi bersih sebanyak tiga kali mengitari keraton dan dipastikan dalam kondisi sehat walafiat.

"Kesehatannya kemarin sudah dicek, sudah sehat dan siap kirab. Yang tiga ini sifatnya cenderung tidak agresif karena sudah beberapa kali ikut kirab, jadi sudah biasa," imbuh Heri.

Sebelum prosesi kirab dimulai, ketiga kebo bule tersebut saat ini dibawa kembali ke kandang lama mereka di daerah Ngurawan terlebih dahulu. Nantinya, mereka akan mulai digiring menuju Keraton Solo pada siang hari.

"Nanti dibawa ke kraton dulu sekitar jam 11.30 WIB. Dibawa ke kraton, nanti nunggu perintah dari kraton baru muter (kirab)," pungkasnya.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads