Mangkunegara X Bagikan Udik-udik Usai Kirab, Warga Langsung Berebut

Mangkunegara X Bagikan Udik-udik Usai Kirab, Warga Langsung Berebut

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Selasa, 16 Jun 2026 23:28 WIB
KGPAA Mangkunegara X, saat membagikan udik-udik di Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Selasa (16/6/2026).
KGPAA Mangkunegara X, saat membagikan udik-udik di Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Selasa (16/6/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

KGPAA Mangkunegara X membagikan udik-udik kepada masyarakat yang berada di Puro Mangkunegaran. Pembagian dilakukan setelah kirab malam 1 Suro.

Pria yang akrab disapa Gusti Bhre itu, keluar ke Pamedanan sekira pukul 22.00 WIB. Dia sempat menyapa masyarakat yang hadir. KGPAA Mangkunegara X didampingi ibundanya, Gusti Kanjeng Putri Prisca Marina.

Sesaat kemudian, Gusti Bhre melemparkan udik-udik ke kerumunan masyarakat. Udik-udik itu kemudian jadi rebutan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang warga, Andre (30), asal Solo, mendapatkan udik-udik yang dibagikan oleh Mangkunegara X. Perjuangannya ikut berdesak-desakan dengan warga lain membuahkan hasil.

"Ini isinya ada uang koin Rp 1000, kembang, dan biji-bijian. Mau saya simpan saja, semoga berkah dan ngerejekeni," kata Andre, kepada detikJateng, Selasa (16/6/2026).

ADVERTISEMENT

Dari pantauan detikJateng, banyaknya warga yang memperebutkan udik-udik membuat mereka harus saling berdesakan dan saling dorong pun tidak terhindarkan.

Nampak seorang ibu-ibu jatuh pingsan di tengah kerumunan. Ibu-ibu itu kemudian diangkat oleh abdi dalem ke tempat yang lebih aman dan diperiksa oleh tim medis yang bersiaga.

Selain pembagian udik-udik, warga juga diminta menuliskan harapannya di tahun yang akan datang ke sebuah kertas. Kertas itu kemudian dikumpulkan ke dalam kotak.

Salah seorang mahasiswa asal Semarang, Friska, menuliskan harapannya di tahun baru Jawa ini.

"Ya harapannya yang bagus-bagus saja. Selalu sehat, rejekinya lancar, kuliahnya lancar juga," ucap Friska.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara 1 Suro Be 1960 Mangkunegran, GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura mengatakan, rangkaian peringatan 1 Suro di Mangkunegaran ini secara simbolis dibagi menjadi tiga kategori, yakni Atita (melepaskan yang telah berlalu), Atiki (hadir sepenuhnya di saat ini), dan Anagata (menyambut yang akan datang).

Rangkaian Atita akan dimaknai dengan doa dan santap sore (mutih) sebelum tirakat, Pameran Instalasi 1 Sura, dan Kirab Pusaka Dalem. Pada tengah malam dilanjutkan rangkai Atiki berupa semedi. Kemudian dilanjutkan Anagata yang diwujudkan dalam laku sembah catur, menulis kartu harapan, dan larasati.

"Jadi 1 Suro merupakan upacara ritual adat yang sangat sakral, penuh makna, penuh refleksi, penuh rasa syukur. Bukan hanya sekedar tontonan, tapi untuk masyarakat kembali pulang, hadir, melepaskan, dan menyambut," kata Gusti Suro saat konferensi pers di Puro Mangkunegaran, Kota Solo, Kamis (11/6).

Dalam perayaan ini Mangkunegaran ingin mengajak masyarakat untuk mulih atau pulang, baik pulang ke rumah, ke alam, maupun kembali ke jati diri masing-masing.

"Pulang ke rumah, pulang ke alam, pulang untuk kembali ke diri sendiri. Karena itu lah spirit atau makna dari Suro sesuai di Mangkunegaran, yaitu pulang atau mulih. Tentu pulang terkait tidak hanya secara arti pulang, tapi juga kembali ke alam, ke semesta, diri kita sendiri, dan terutama untuk memulihkan diri kita sendiri atau pulih," ucapnya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads