Akhir Pelarian Dito Pembacok Wanita Semarang Ditangkap di Konter HP Magelang

Akhir Pelarian Dito Pembacok Wanita Semarang Ditangkap di Konter HP Magelang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 08 Apr 2026 18:15 WIB
Penangkapan pelaku pembacokan, Dito (25), di Jalan Kaliangkrik-Magelang, Kabupaten Magelang, Rabu (8/4/2026).
Penangkapan pelaku pembacokan, Dito (25), di Jalan Kaliangkrik-Magelang, Kabupaten Magelang, Rabu (8/4/2026). Foto: dok. Instagram @resmob_polrestabessemarang
Semarang -

Polisi telah menangkap dua jambret yang melakukan pembacokan terhadap seorang perempuan di Halmahera Raya, Kecamatan Semarang Timur. Pelaku pembacokan disebut sempat kabur ke Kabupaten Magelang.

Video penangkapan pelaku pembacokan itu viral usai diunggah akun Instagram @resmob_polrestabessemarang. Tampak para polisi menangkap tersangka pembacokan bernama RIF alias Dito (25).

Dito terlihat ditangkap di sebuah konter HP di Magelang. Dalam video yang diunggah, Dito yang mengenakan jaket abu-abu tampak sudah diborgol tangannya dan dibawa pihak kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Eksekutor (yang bac*k korban) umur 25 th alamat Kuningan Semarang utara kota semarang yang merupakan Residivis (3 kali masuk penjara kasus curanmor dan jambret) berhasil ditangkap di Jl. Kaliangkrik-magelang kab. magelang," tulis akun @resmob_polrestabessemarang, Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

Penangkapan itu dilakukan oleh tim gabungan Resmob Polrestabes Semarang bersama Opsnal Sat PPA PPO Polrestabes Semarang, Selasa (7/4) pukul 10.25 WIB.

"Sedangkan 1 pelaku sebagai joki menyerahkan diri di unit Resmob. Kedua pelaku saat ini diamankan di Polrestabes Semarang untuk penyidikan lebih lanjut," lanjutnya.

Kapolrestabes Semarang, Brigjen Syahduddi mengatakan Dito sempat melarikan diri ke Kabupaten Magelang usai melakukan aksi pembacokan.

Hal itu diketahui dari tersangka DBS alias Weng (24), pengemudi motor yang sebelumnya ditangkap di rumah orang tuanya, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Senin (6/4).

"Tersangka Dito ini melarikan diri kiri ke arah Magelang, berdasarkan informasi dari saudara Weng yang diamankan di rumah orang tuanya, di wilayah Mranggen," kata Syahduddi di Mapolrestabes Semarang, Rabu (8/4/2026).

"Dari si Weng inilah dapat informasi bahwa Dito melarikan diri ke arah Magelang. Jadi, penyidik melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan yang bersangkutan di wilayah Magelang," lanjutnya.

Ia mengatakan, Dito melarikan diri menggunakan motor PCX, yang juga digunakan untuk melakukan begal yang disertai pembacokan di Halmahera Raya, Minggu (5/4) lalu.

"Kaburnya naik motor," kata Syahduddi.

Dito yang sebelumnya sudah ditahan akibat melakukan pencurian dengan kekerasan, saat itu merupakan pengangguran. Sementara Weng mengelola tempat hiburan bersama orang tuanya.

"Dito pengangguran karena dia baru selesai menjalani proses hukum di Lapas. Kemudian si Weng ini tidak memiliki pekerjaan yang tetap dan bekerja bersama dengan orang tuanya mengelola tempat hiburan," jelasnya.

"Si Weng ini malah sudah berkeluarga, sudah punya anak dua. Kalau Dito yang residivis ini belum menikah," sambungnya.

Para pelaku kemudian dijerat pasal 479 KUHP ayat 1 dan ayat 2 huruf D tentang Pencurian dengan Kekerasan.

"Ancamannya dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun penjara," tuturnya.

Polisi pun telah mengamankan sejumlah barang bukti, yakni motor Honda PCX tanpa nopol, pakaian korban, hingga senjata yang digunakan pelaku untuk membacok korban.

"Satu senjata tajam jenis pisau lipat yang terbuat dari besi gagang kayu warna coklat dengan panjang kurang lebih sekitar 20 cm," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, dua perempuan menjadi korban begal oleh orang tak dikenal di Kecamatan Semarang Timur. Korban yang hendak mencegah begal itu justru jadi korban pembacokan.

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Andy mengatakan, peristiwa terjadi Minggu (5/4) pagi. Ia menyebut, insiden terjadi saat korban hendak berangkat ke gereja.

"Minggu sekitar pukul 06.45 WIB saudari ACH (31), menjemput rekannya, YH (30), ke rumah untuk berangkat ke gereja bareng," kata Andy saat dihubungi detikJateng.

Saat menunggu di depan rumah, korban ACH didatangi dua orang tak dikenal yang langsung meminta barang bawaannya dengan memaksa. Pelaku meminta dompet dan ponsel milik korban ACH, dan korban sempat menyerahkan dompetnya.

"Kemudian korban YH menghampiri saudari ACH untuk membantu melawan. Namun, YHA tergores senjata yang dibawa pelaku di bagian pelipis hingga pipi. Setelah itu pelaku melarikan diri," ujarnya.

Dalam kejadian tersebut, korban YH yang mengalami luka sayat di bagian pelipis hingga pipi kemudian dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.




(par/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads