Awal Mula Pemuda Semarang Ditembak Senapan Angin hingga Tembus Ginjal

Awal Mula Pemuda Semarang Ditembak Senapan Angin hingga Tembus Ginjal

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Selasa, 19 Mei 2026 19:48 WIB
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena saat memberi keterangan di Polrestabes Semarang, Selasa (19/5/2026).
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena saat memberi keterangan di Polrestabes Semarang, Selasa (19/5/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Semarang -

Seorang pemuda berinisial RFP (24) ditembak senapan angin oleh seorang pria berinisial RCSD (55) di Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Begini duduk perkara versi polisi.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengatakan peristiwa ini terjadi pada Minggu (10/5) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Penembakan tersebut terjadi di dekat makam wilayah Jalan Tegalsari, Kecamatan Candisari.

Andika menuturkan saat ini pihaknya telah memeriksa total sebanyak 13 saksi, mulai dari korban, teman-teman korban, kerabat dari korban, hingga warga sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah kita mintai keterangan semua," kata Andika kepada awak media di Lobby Polrestabes Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang pada Selasa (19/5/2026).

Korban Mabuk Tak Jauh dari Rumah Pelaku

Andika menuturkan saat itu korban bersama 10 orang temannya berkumpul di salah satu gang. Di sana mereka sempat minum minuman beralkohol bersama.

ADVERTISEMENT

"Mereka berkumpul di sana, sempat minum-minuman beralkohol. Selesai mereka kumpul kemudian mereka jalan, diajak oleh korban untuk mengarah ke daerah Jalan Tegalsari Perbalan, Kecamatan Candisari, mengarah ke sana," ujar Andika.

Andika menuturkan, saat berada di Jalan Kawi III, korban mendadak turun dari sepeda motor. Ia diikuti oleh seorang temannya dan berjalan menuju ke gang dekat rumah pelaku.

"Kemudian di Jalan Kawi 3 ada pertigaan, tiba-tiba korban ini turun, turun dari motor, mungkin posisi sedang dalam pengaruh alkohol. Turun dari motor, akhirnya salah satu temannya dengan inisial BY itu ikut turun juga. Mengarah ke arah gang dekat rumah pelaku," urai Andika.

"Dari keterangan BY ini belum sempat masuk ke arah ke rumah pelaku ya. Jadi masih dekat gang situ ada dengar suara hewan peliharaan dari pelaku ini menggonggong dan melihat ada satu orang lari masuk ke dalam gang di rumah pelaku tersebut," lanjutnya.

Andika menyebut korban kemudian ditarik untuk kembali ke kelompoknya yang menunggu di pertigaan. Setelahnya, mereka pergi ke Jalan Kawi Raya dengan maksud untuk pulang.

"Karena pada waktu itu posisi korban ini sudah dalam pengaruh alkohol, kemudian ditarik oleh temannya dan akhirnya dibawa lagi kembali ke kelompoknya mereka yang sedang menunggu di pertigaan tersebut," papar Andika.

"Setelah itu mereka pergi ke arah Jalan Kawi Raya, niatnya untuk pulang. Namun di perjalanan, di dekat makam tersebut, ada anak-anak warga sekitar juga yang sedang berkumpul juga di situ," sambungnya.

Andika mengatakan salah satu teman korban rupanya mengenal seseorang yang sedang berkumpul di dekat makam. Korban kemudian urung pulang dan ikut nongkrong di lokasi yang berjarak tak begitu jauh dari rumah pelaku.

"Sedang berkumpul ya kurang lebih lima di atas lima orang ya. kumpul di situ. Dan salah satu teman korban ini dengan inisial AT ini ada mengenal salah satu temannya yang sedang nongkrong di situ juga. Akhirnya mereka berhenti, ngobrol lah mereka di situ," ujar Andika.

"Jarak dari makam tersebut dengan rumah pelaku ini kurang lebih 200 sampai 250 meter ya. Nah, kemudian mereka di sana mereka ngobrol di sana sempat juga ditawari minuman beralkohol," tambah Andika.

Pelaku Datang Bawa Senapan Angin

Tak berselang lama, pelaku mendatangi lokasi tersebut dengan mengendarai sepeda motor. Andika menuturkan pelaku yang berada sekitar 20 meter dari titik kumpul korban dan teman-temannya langsung mengambil senapan angin.

"Kemudian kurang lebih 1 sampai 2 menit pelakunya datang. Dari keterangan saksi-saksi, membawa sepeda motor. Turun, langsung mengambil senjatanya dari belakang, kurang lebih jaraknya 20 meter dari kelompok," jelas Andika.

Melihat pelaku mengeluarkan senapan angin, korban dan teman-temannya langsung kocar-kacir. Pelaku kemudian membidik kelompok tersebut yang sedang berlarian.

"Karena melihat tersangka ini mengeluarkan senjata senjata senapan angin, korban bersama teman-temannya melarikan diri ke arah jalan Kawi Raya tersebut. Lari, sempat terjatuh juga motornya mereka semua," terang Andika.

"Kemudian tersangka ini langsung membidik ke arah korban dan kelompoknya itu, kurang lebih jaraknya 15 meter. Jadi, posisi yang bersangkutan membidik itu posisi korban dan kelompoknya itu sedang posisi berlari," imbuhnya.

Korban Ditembak dan Dianiaya

Andika menuturkan pelaku membidik senapan angin pada badan bagian bawah, namun mengenai pinggang kiri dari korban. Korban sempat terjatuh, pelaku kemudian menghampiri dan menghantamkan popor senapan angin kepada korban.

"Dia membidik awalnya mengarah badan bagian bawah. Namun, perkenaannya itu di bagian pinggang sebelah kiri dan dia secara sadar melihat korban langsung tiba-tiba memegang pinggangnya sebelah kiri dan sempat terjatuh di situ," beber Andika.

"Kemudian, dari keterangan saksi juga, ada yang melihat bahwa setelah dia terjatuh, tersangka ini menghampiri dan melakukan penganiayaan. Dari keterangan saksi juga melihat korban dipukul menggunakan popornya senjata senapan anginnya tersebut sehingga mengeluarkan darah di bagian mulutnya kalau enggak salah itu," sambungnya.

Korban lalu melarikan diri bersama teman-temannya ke arah Jangli. Setibanya di sana, menurut Andika, korban masih mengeluh merasa kesakitan.

"Kemudian korban berhasil melarikan diri dan akhirnya dibawa oleh teman-temannya ini ke motor dan kemudian akhirnya mereka kembali ke daerah Jangli lagi ke tempat teman, rekannya ini," kata Andika.

"Di sana kurang lebih 30 menit mereka melihat korban ini masih kesakitan. Akhirnya mereka buka bajunya, dicek karena kotor kan posisi jatuh. Dilihat lah di bagian belakang pinggang sebelah kiri ada tembakan, ada lubang bekas tembakan," tambahnya.

Peluru Tembus Ginjal dan Bersarang di Paru-Paru

Andika menyebut korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Roemani lalu dirujuk ke RS Elisabeth untuk dioperasi. Terungkap bahwa senapan angin itu menembus ginjal hingga mencapai paru-paru korban.

"Akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Roemani. Setelah dibawa ke Rumah Sakit Rumani karena di sana tidak bisa melakukan tindakan medis, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Elisabeth, dilakukan operasi di sana," jelas Andika.

"Dilakukan tindakan operasi yang di mana peluru ini tembus ginjal kemudian masuk ke paru-paru dan bersarang di paru-paru, sehingga perlu dilakukan tindakan medis di situ," imbuhnya.

Peristiwa ini dilaporkan ke polisi pada Senin (11/5). Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku ke Polrestabes Semarang untuk dimintai keterangan.

"Laporan dari keluarga korban yang di mana yang hadir pada waktu itu adalah ibu dan juga adik dari korban. Atas dasar laporan tersebut Piket Reskim beserta juga dengan Inafis langsung ke mengarah ke TKP yaitu Jalan Tegalsari, Kecamatan Candisari tepatnya di dekat makam ya," kata Andika

"Yang di mana dari hasil penyidikan kita, pelaku ini inisial RCS umur 55 tahun, warga Candisari, sehingga pada malam harinya kami bawa pelaku ke Polrestabes Semarang untuk dimintai keterangan," lanjutnya.

Halaman 2 dari 2
(afn/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads