Kronologi Tewasnya Bu Aminah Usai Santap Sate Beracun Kiriman Menantu

Kronologi Tewasnya Bu Aminah Usai Santap Sate Beracun Kiriman Menantu

Jarmaji - detikJateng
Senin, 08 Jun 2026 20:47 WIB
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, bersama jajaran memberikan keterangan kepada media dalam pers rilis, Senin (8/6/2026).
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, bersama jajaran memberikan keterangan kepada media dalam pers rilis, Senin (8/6/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Kasus tewasnya Aminah (57), warga Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali, telah terungkap. Korban ternyata dibunuh salah satu menantunya, pria berinisial PW (40), lewat sate beracun yang dikirim melalui ojek online menggunakan akun palsu. Begini kronologi kasusnya.

Korban diketahui tewas setelah diberi PW sate ayam yang telah dibubuhi racun tikus. Korban ditemukan putrinya dalam posisi tergeletak di lantai ruang tamu, Selasa (19/5).

Dari mulut korban, keluar muntahan makanan yang mengenai baju bagian depan dan sebagian di lantai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah jenazah korban dimakamkan, keluarga korban melaporkan peristiwa itu ke Polres Boyolali pada 25 Mei. Laporan itu ditindaklanjuti dengan proses ekshumasi makam Aminah, hingga terkuak fakta bahwa korban diracun menantunya sendiri. Berikut kronologinya.

ADVERTISEMENT

18 Mei 2026

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, menjelaskan bahwa korban tinggal di rumah Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, seorang diri. Anak-anaknya sudah berumah tangga dan bertempat tinggal di daerah lain.

"Tersangka PW yang mengirimkan sate tersebut kepada korban pada hari Senin, 18 Mei 2026 sekira pukul 18.16 WIB melalui aplikasi Gosend dengan pemesanan menggunakan nama akun Luriyanti Putri dan diterima langsung oleh korban pukul 18.32 WIB," jelas Indrawan dalam rilis kasus, Senin (8/6/2026).

Akun yang digunakan untuk memesan ojek online tersebut, kata Indrawan, merupakan akun palsu atau fiktif. Akun itu menggunakan nama dan foto Luriyanti Putri, yang merupakan anak kedua dari korban atau adik ipar pelaku.

Senin malam itu setelah mendapat kiriman sate, korban sempat menanyakan ke tetangga, kira-kira siapa yang mengirim sate tersebut. Lalu dijawab tetangga agar hal itu ditanyakan ke anaknya.

Lalu korban menghubungi anaknya yang nomor dua, Luriyanti, untuk menanyakan soal kiriman sate itu. Luriyanti menjawab bahwa dirinya tidak mengirim sate ayam ke ibunya.

"Kemudian dia (Luriyanti) menyampaikan ke korban agar sate itu tidak dimakan. Namun fakta yang kami temukan dan ada saksi yang menemukan tusuk sate yang sudah kemungkinan dikonsumsi oleh korban," kata Indrawan.

"Dan pada saat dilakukan ekshumasi memang terdapat sisa makanan di lambung korban, yakni nasi lontong, daging unggas, kacang, serta cabai. Berarti sate itu memang dimakan oleh korban," sambungnya.

Apakah sate tersebut dimakan habis oleh korban atau tidak, Indrawan menyampaikan pihaknya belum bisa memastikan. Namun dari keterangan saksi, ditemukan 13 biji tusuk sate.

"Untuk secara pasti dikonsumsi korban berapa banyak, belum bisa kami pastikan. Yang pasti untuk tusuk sate berdasarkan keterangan saksi itu ada 13. Yang ditemukan oleh saksi yang merupakan salah satu saudara korban dan juga tetangga yang merasa curiga terkait dengan kejanggalan kematian korban," terangnya.

19 Mei 2026

Pada Selasa, 19 Mei 2026, korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh anak korban, Luriyanti, yang datang ke rumah ibunya untuk menitipkan anaknya.

Saat itu pintu rumah dalam kondisi terkunci dan lampunya masih menyala. Kemudian saksi berupaya memanggil beberapa kali tetapi tidak ada respons. Selanjutnya dia, meminta bantuan tetangga untuk mengecek ke dalam rumah melalui lubang ventilasi dan melihat korban sudah tergeletak di lantai.

Kemudian pintu rumah didobrak dan korban ditemukan sudah meninggal. Korban ditemukan dengan posisi terlentang di lantai dekat kursi ruang tamu. Tubuh korban sudah kaku, wajahnya membiru, dan dari mulut keluar muntahan makanan yang mengenai baju bagian depan dan sebagian di lantai.

Korban dimakamkan pada hari itu juga pada siang harinya sekitar pukul 13.00 WIB.

25 Mei 2026

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan pihak keluarga korban curiga atas kematian ibunya yang tak wajar, sehingga melaporkan ke Polres Boyolali.

"Kemudian jenazah almarhum dikebumikan. Namun (pihak keluarga) mendapatkan beberapa indikasi-indikasi kecurigaan bahwa meninggalnya almarhumah ini disebabkan oleh sesuatu hal," kata Indra.

Polres Boyolali kemudian mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP serta melakukan tindakan kepolisian lainnya.

30 Mei 2026

Polres Boyolali bersama Biddokkes Polda Jateng kemudian melakukan ekshumasi pada Sabtu, 30 Mei 2026. Makam korban dibongkar untuk dilakukan autopsi.

Kapolres menyampaikan, tim Biddokkes juga mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Antara lain dari sisa muntahan yang ada di baju korban, tusuk sate bekas sate tersebut, dan bangkai ayam mati yang diduga memakan sate yang disantap korban.

"Bahwa pada tubuh almarhum, kemudian dari beberapa bukti yang diserahkan ke kami, baik itu dari sate dan kemudian dari satu ekor ayam yang juga diketemukan meninggal di sekitaran TKP, itu diketemukan terdapat zat beracun. Sehingga hal tersebut yang mendasari dan menyebabkan almarhum itu itu meninggal dunia," ungkapnya.

Polres Boyolali terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk anak-anak dan menantu korban. Salah satu menantu korban berinisial PW (40) akhirnya mengakui yang mengirimkan sate beracun itu. Dia pun ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan di Polres Boyolali.

"Tersangka ataupun terduga pelaku ini menggunakan racun tikus yang dicampurkan ke dalam makanan sate kemudian menggunakan akun fiktif untuk mengirimkan makanan sate tersebut ke kediaman almarhumah," tandasnya.

8 Juni 2026 Menantu Jadi Tersangka

Kapolres Boyolali AKBP Indra melanjutkan, pihaknya menetapkan tersangka dan langsung menangkap PW usai diperiksa pada Kamis (4/6).

"Kita sudah mengamankan pelaku saat ini dan sudah dalam proses pemeriksaan sebagai tersangka. Dari saksi sudah kita naikkan tersangka," kata Indra.

"Ironisnya tersangka adalah menantu dari almarhum tersebut. Suami dari putri pertama almarhum," jelasnya.

Halaman 2 dari 2
(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads