Seorang remaja laki-laki asal Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, berinisial ATK (16) yang mengalami luka di bahu kirinya ternyata bukan akibat dibacok dua pria tak dikenal (OTK) di Jalan Sompok, Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan. Polisi mengungkap luka itu didapatkan korban lantaran duel antargeng di Jalan Pawiyatan Luhur.
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi, menjelaskan polisi melakukan penyelidikan sejak mendapat laporan adanya remaja yang dibacok di Jalan Sompok itu. Namun, penyidik tidak menemukan kejadian di lapangan.
"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi yang dilaporkan, penyidik memperoleh fakta bahwa kejadian pembacokan oleh orang tidak dikenal sebagaimana laporan awal tidak terjadi," kata Riki dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikJateng, Jumat (12/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi pun mendapati fakta bahwa ATK diduga merekayasa pembacokan di Jalan Sompok setelah mendapat keterangan dari saksi dan melakukan penyelidikan.
"Berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut merupakan rekayasa yang dibuat oleh korban," terang Riki.
Adapun fakta sebenar, Riki menerangkan, kejadian itu merupakan duel gladiator yang dilakukan oleh ATK dan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun. ATK mewakili kelompoknya yang bernama Spelda dan remaja tersebut dari kelompok Spelmawar.
"Dari hasil pendalaman, diketahui bahwa insiden yang sebenarnya merupakan aksi tawuran atau duel gladiator antara dua kelompok remaja, yakni kelompok Spelda yang diwakili korban dan kelompok Spelmawar yang diwakili seorang remaja," sebutnya.
Duel tersebut berlangsung di kawasan terowongan Jalan Pawiyatan Luhur, Kota Semarang, pada Minggu (7/6) sekitar pukul 23.00 WIB. Aksi gladiator terjadi lantaran dua kelompok remaja tersebut saling menantang di media sosial sekitar pukul 19.30 WIB.
"Duel tersebut bermula dari adanya saling tantang melalui media sosial sekitar pukul 19.30 WIB yang kemudian disepakati untuk dilaksanakan pada malam harinya," jelas Riki
Akibat duel tersebut, ATK mengalami luka tusuk di bahu kanan yang sebelumnya diberitakan luka didapat akibat dibacok di Jalan Sompok. Riki menjelaskan, ATK merekayasa pembacokan di jalan lantaran takut kepada orang tuanya.
"Dari duel tersebut, korban ATK mengalami luka tusuk pada bagian bahu kanan sehingga harus mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya, untuk menutupi kejadian yang sebenarnya, muncul keterangan bahwa korban dibacok oleh orang tidak dikenal di wilayah Sompok, dikarenakan takut oleh orang tuanya" jelasnya.
1 Remaja Ditangkap
Polisi pun telah menangkap remaja yang berduel dengan korban. Sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, celurit panjang, pakaian yang digunakan kedua belah pihak saat kejadian, serta rekaman video duel yang terjadi.
"Berdasarkan fakta-fakta hasil penyelidikan tersebut, penyidik Satres PPA dan PPO Polrestabes Semarang telah mengamankan seorang remaja yang diduga sebagai pelaku duel," sebut Riki.
Riki menerangkan proses penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan keterlibatan pihak-pihak lain dalam peristiwa tersebut.
"Polrestabes Semarang melalui Satres PPA dan PPO akan terus melakukan pendalaman sesuai prosedur hukum dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Mengingat pihak-pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur, proses penanganan juga dilakukan dengan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) sebagai bagian dari mekanisme pendampingan sesuai sistem peradilan pidana anak," tegasnya.
Riki mengimbau orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak sebagai pengguna media sosial yang kerap menjadi sarana provokasi hingga memicu aksi kekerasan antarremaja.
Sebelumnya, ATK mengaku dibacok dua pria tak dikenal di Jalan Sompok, Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan. Akibatnya, ATK mengalami luka terbuka di bahu dan dilarikan ke rumah sakit.
Kepada polisi, ATK mengaku dibacok pemotor saat berboncengan dengan temannya di Jalan Sompok. ATK juga mengaku sempat terjadi kejar-kejaran sebelum akhirnya dibacok.
"Nah, kemudian sesampainya di TKP di Sompok, itu ada diberhentikan OTK menggunakan kendaraan, dua orang dengan menggunakan kendaraan roda dua," kata Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok saat dihubungi detikJateng, Selasa (9/6).
"Dikarenakan korban ini tidak berhenti, ada pengejaran yang dilakukan oleh OTK ini kepada korban, dan sempat melakukan kekerasan itu ke arah korban, gitu," jelas Riki.
Usai dibacok, ATK kemudian pulang ke rumahnya dan langsung dilarikan ke RSUP dr. Kariadi malam itu juga. Sebab, korban mengalami luka terbuka di bagian bahu kanan.
(afn/ams)