Gadis Remaja Korban Pembunuhan di Banyumas Selingkuhan Pelaku

Gadis Remaja Korban Pembunuhan di Banyumas Selingkuhan Pelaku

Anang Firmansyah - detikJateng
Sabtu, 13 Jun 2026 15:07 WIB
Garis polisi di lokasi temuan dua mayat wanita diduga korban pembunuhan di Desa Patikraja,  Kabupaten Banyumas, Jumat (12/6/2026).
Garis polisi di lokasi temuan dua mayat wanita diduga korban pembunuhan di Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jumat (12/6/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Polisi mengungkap korban kedua pembunuhan di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas adalah selingkuhan pelaku A alias D (24) yang diketahui sudah menikah. Korban kedua berinisial AA (18). Dia dan pelaku sempat bertemu di Baturraden sebelum akhirnya pembunuhan terjadi.

Diketahui ada dua korban dalam kasus ini. Korban pertama adalah K (81) yang merupakan nenek pelaku. Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi melalui Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan, menyebut pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

"Sudah kita proses dan ditetapkan sebagai tersangka, yaitu A alias D (24) yang membunuh neneknya berinisial K (81) dan wanita selingkuhannya berinisial A (18)," kata Ardi saat dihubungi detikJateng, Sabtu (13/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ardi, pelaku membunuh neneknya pada Kamis (11/6) sekitar pukul 19.30 WIB. Tak berhenti di situ, pelaku lalu menghubungi perempuan berinisial A (18) yang diketahui merupakan selingkuhannya. Keduanya bertemu di wilayah Baturraden sebelum akhirnya menuju rumah korban pertama di Patikraja.

ADVERTISEMENT

Polisi mengungkapkan, sejak awal pelaku memang telah merencanakan pembunuhan terhadap perempuan tersebut. Motifnya yakni ingin menguasai barang milik korban.

Untuk memancing pertengkaran, pelaku berpura-pura melihat notifikasi pesan WhatsApp dari laki-laki lain di ponsel korban. Cekcok pun terjadi hingga berujung pembunuhan.

"Tersangka berpura-pura melihat ada notifikasi WhatsApp dari laki-laki lain, hingga akhirnya wanita ini juga dibunuh," ujarnya.

Korban kedua dieksekusi beberapa jam setelah pembunuhan pertama, yakni sekitar pukul 02.30 WIB dengan cara yang sama dipukul menggunakan palu.

Setelah dua korban tewas, pelaku berupaya menghilangkan jejak. Pada Jumat (12/6) pagi harinya, jasad sang nenek dimasukkan ke dalam sumur yang berada di rumah tersebut.

"Jasad neneknya diceburkan ke sumur sebelum dia pergi pas pagi harinya, karena ada warga yang datang ke rumahnya," jelas Ardi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 459 subsider Pasal 458 ayat (2) KUHP.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, digegerkan dengan penemuan dua jasad perempuan di sebuah rumah pada Jumat (12/6). Salah satu korban ditemukan tewas di dalam sumur, sementara korban lainnya ditemukan bersimbah darah di dalam kamar.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB saat tetangga korban datang ke rumah. Saat itu, seorang laki-laki yang diduga cucu pemilik rumah masih berada di dalam rumah.

Warga setempat, Sudarmo, mengatakan keluarga sempat menanyakan keberadaan sang nenek kepada laki-laki tersebut. Namun jawabannya justru menimbulkan kecurigaan.

"Yang dicurigai masih tidur di dalam rumah. Terus dibangunin sama saudaranya. Ditanya mbahnya di mana, jawabnya pergi. Ditanya lagi, pokoknya pergi lah, sana cari sendiri," kata Sudarmo kepada wartawan, Jumat (12/6).

Usai mendapat jawaban tersebut, laki-laki ini kemudian pergi dan sempat dicegat oleh warga. Namun ia kemudian berhasil pergi dan tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini.

Warga kemudian memeriksa setiap ruangan di rumah tersebut. Saat membuka salah satu kamar, mereka menemukan seorang perempuan muda dalam kondisi mengenaskan.

"Terus dibukakin setiap kamar. Ada orang perempuan bersimbah darah. Akhirnya geger, tetangga jadi tahu semua," ujarnya.

Warga kemudian berupaya mencari keberadaan pemilik rumah yang diketahui bernama Kartinah. Pencarian mengarah ke sumur yang berada di sekitar rumah setelah warga melihat penutup sumur dalam kondisi terbuka.

"Jadi tahunya si Mbah ini di sumur, dicari sama warga, ditelusuri. Terus lihat sumur tutupnya terbuka jadi curiga. Tambah siang jadi kelihatan, terus disorot pakai senter jadi kelihatan," ungkapnya.

Menurut Sudarmo, Kartinah merupakan warga lanjut usia yang selama ini tinggal di rumah tersebut. Sementara perempuan muda yang ditemukan di dalam kamar tidak dikenali warga sekitar.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads