Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa dirinya akan menghadiri persidangan terkait kasus yang melibatkan Roy Suryo dan Dokter Tifa. Jokowi akan menghormati proses hukum yang berlaku jika dirinya dipanggil oleh majelis hakim.
"Kita harus menghormati proses hukum yang ada dan mekanisme hukum yang ada. Kalau saya diundang oleh Yang Mulia Majelis Hakim untuk hadir di forum persidangan, ya saya akan hadir," ujar Jokowi kepada awak media di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Solo, Selasa (7/7/2026).
Jokowi menekankan komitmennya untuk membuktikan keaslian ijazah miliknya. Ia menyatakan bakal membawa dokumen asli ijazahnya dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan seperti yang saya sampaikan yang lalu, saya akan membawa dan menunjukkan ijazah dari SD, SMP, SMA dan S1 yang saya miliki," tegasnya.
Saat ditanya mengenai kesiapan tersebut berlaku untuk kedua persidangan, baik untuk perkara Roy Suryo maupun dokter Tifa, Jokowi memberikan jawaban singkat.
"Ya mestinya seperti itu," pungkasnya.
Dilansir detikNews, kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, mengatakan kliennya siap hadir dalam persidangan dokter Tifa. Diketahui, sidang perdana terdakwa fitnah dan pencemaran nama baik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa berlangsung pada Kamis (2/7) lalu.
Yakup menuturkan Jokowi siap menunjukkan ijazahnya di hadapan publik saat menghadiri persidangan nanti. dr Tifa menjadi terdakwa atas tuduhan ijazah Jokowi saat lulus sarjana dari Universitas Gadjah Mada (UGM) palsu.
"Tentunya untuk merupakan, kembali lagi, merupakan penghormatan beliau dapat menunjukkan ijazahnya di forum yang sangat terhormat ini dan forum yang valid," ungkap dia.
Yakup menjelaskan, selama ini Jokowi kerap diserang berbagai narasi oleh banyak pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga, dalam ruang sidang nanti, dia akan menunjukkannya langsung.
"Dan sekarang kami mendapatkan kesempatan untuk menghadirkan ijazahnya di forum yang terhormat ini dan Pak Jokowi sangat menghormati itu dan sangat menunggu waktu itu nanti," ungkap dia.
(apl/ahr)
