Peserta Hari Desa Nasional 2026 mulai berdatangan ke lokasi acara di lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Mereka pun tampak antusias seperti telah bersiap dari lokasi masing-masing mulai pukul 03.00 WIB.
Pantauan detikJateng di lokasi pagi ini, para peserta hadir dengan rombongan mereka. Masing-masing rombongan terdiri dari belasan hingga puluhan orang.
Mereka mengenakan batik hingga seragam organisasi desa. Tak berselang lama para peserta pun duduk di kursi yang sudah disediakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peserta juga tampak berswafoto di depan panggung utama. Mereka meneriakkan yel-yel masing-masing.
Kedatangan peserta Hari Desa Nasional 2026 di lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng |
Kepala Desa Pakis, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Imam Fahrur Rozi, menerangkan peserta di rombongannya berasal dari 280 desa se-Kabupaten Semarang.
Imam pun mengaku antusias menyambut agenda tersebut. Bahkan para peserta dari wilayahnya telah bersiap dan berkumpul mulai pukul 03.00 WIB.
"Kumpul di Semarang jam 3. Sangat antusias sekali," kata Imam saat ditemui di lokasi.
Keberangkatan mereka ke Boyolali, kata Imam, dikawal kepolisian. Dia menjelaskan, Hari Desa Nasional merupakan momentum dari desa untuk desa.
"Dari desa kembali ke desa," ungkapnya.
Antusiasme dalam menyambut Hari Desa Nasional 2026 juga dirasakan Ketua BPD Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Muh Soleh.
Soleh bersama rekan-rekannya telah bersiap dari kantor Kecamatan Ngemplak mulai pukul 03.00 WIB.
"Dari Ngemplak jam 3 pagi, kumpul di kecamatan. Antusias banget. Dari Ngemplak 2 elf dan 5 mobil," kata Soleh.
Kedatangan peserta Hari Desa Nasional 2026 di lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng |
Dia pun berharap desa semakin mendapat perhatian dengan adanya Hari Desa Nasional.
"Harapannya desa semakin diperhatikan," pungkasnya.
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipersembahkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, serta didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia, dan PT Bank Syariah Indonesia (Tbk).
(apl/alg)


