Tampil Beda, Kades Asal Kaltim Pakai Baju Adat di Acara Hari Desa Nasional

Hari Desa Nasional

Tampil Beda, Kades Asal Kaltim Pakai Baju Adat di Acara Hari Desa Nasional

Tara Wahyu NV - detikJateng
Kamis, 15 Jan 2026 08:29 WIB
Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad, mengenakan pakaian adat Kutai Kartanegara di puncak Hari Desa Nasional, Kamis (15/1/2026)
Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad, mengenakan pakaian adat Kutai Kartanegara di puncak Hari Desa Nasional, Kamis (15/1/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Boyolali -

Desa Loa Duri Ilir, Kalimantan Timur, turut memeriahkan peringatan Hari Desa 2026 di Lapangan Butuh, Mojosongo, Boyolali. Dalam menyambut acara tersebut, Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad, tampak mengenakan pakaian adat Kutai Kartanegara.

Dari pantauan detikJateng, Fahri memilih pakaian adat Kutai Kartanegara sebagai upaya untuk menunjukkan identitas daerah yang ia wakili di tingkat nasional.

"Saya memakai pakaian adat Kutai Kartanegara karena inilah daerah yang kami wakili. Kami dari Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara," katanya kepada detikJateng, Kamis (15/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fahri menjelaskan bahwa ia hadir bersama rombongan berjumlah delapan orang. Selain menghadiri peringatan Hari Desa, kehadirannya juga untuk menerima penghargaan atas prestasi desanya dalam lomba inovasi desa.

"Kami hadir sebagai pemenang lomba Inovasi Ketahanan Pangan. Kebetulan, kami berhasil meraih juara tiga tingkat nasional," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Fahri memaparkan bahwa Desa Loa Duri Ilir memiliki produk unggulan berupa telur omega yang dikelola melalui BUMDes. Hasil produksi tersebut kini telah menembus pasar modern dan membantu program kesehatan masyarakat.

"Kami memproduksi pakan untuk omega probiotik sendiri, kemudian diaplikasikan ke ayam petelur sehingga menghasilkan telur omega. Produknya sudah dijual di stan Kaltim. Dari BUMDes, kami pasok ke swalayan-swalayan di Samarinda dan sekitarnya, serta digunakan untuk melayani kebutuhan Posyandu," jelasnya.

Terkait persiapan busana, Fahri menyebutkan bahwa baju adat tersebut sengaja disewa langsung dari Kalimantan Timur. Ia dan rombongan telah tiba di Boyolali sejak sehari sebelumnya.

"Bajunya sewa dari Kalimantan, tidak ada persiapan khusus. Rombongan ada delapan orang, didampingi juga oleh pihak Bupati, DPMD Kabupaten dan Provinsi, serta sponsor perusahaan," tambahnya.

Melalui momentum Hari Desa 2026 ini, Fahri berharap capaian desanya dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.

"Harapannya, acara ini bagus untuk memberikan motivasi kepada teman-teman di desa agar lebih semangat lagi dalam membangun desa masing-masing," pungkasnya.

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipersembahkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, serta didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Pupuk Indonesia, dan PT Bank Syariah Indonesia (Tbk).




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads