Walkot Agustina Kirim DPU Keruk Sedimentasi Drainase di Gajah Raya

Walkot Agustina Kirim DPU Keruk Sedimentasi Drainase di Gajah Raya

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 25 Apr 2026 12:32 WIB
Tim DPU Kota Semarang saat mengeruk sedimentasi di drainase di sepanjang Jalan Gajah Raya.
Tim DPU Kota Semarang saat mengeruk sedimentasi di drainase di sepanjang Jalan Gajah Raya. (Foto: dok. Pemkot Semarang)
Semarang -

Wali Kota (Walkot) Semarang, Agustina Wilujeng, segera merespons aduan warga terkait tingginya sedimentasi di saluran drainase di sepanjang Jalan Gajah Raya. Agustina pun menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mengeruk drainase tersebut.

Usai mendapat instruksi dari Agustina, DPU pun langsung menerjunkan tim dengan membawa alat berat dan armada pengangkut untuk mempercepat pengerukan. Agustina menyebut pengerukan sedimentasi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan DPU secara berkala di sejumlah titik rawan.

"Kami memang secara rutin melakukan pengerukan sedimen di saluran air. Setiap habis hujan, biasanya sedimentasi kembali muncul. Kalau tidak segera dibersihkan, aliran air bisa tersumbat," terang Agustina dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Sabtu (25/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain sedimentasi, Agustina menyebut kendala lainnya adalah bangunan penyambung jalan masuk (PJM) yang menutup sebagian drainase dan menghambat aliran air. Sebab itu, petugas pun mengeruk sedimentasi secara manual.

"Kalau ada hambatan seperti akses tertutup, kami tangani dengan cara manual. Tapi kalau memungkinkan, kami gunakan alat berat agar lebih cepat," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Agustina menjelaskan, respons cepat tersebut adalah bagian dari standar operasional prosedur yang telah diterapkan DPU, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

"Begitu ada laporan dan kondisi mendesak, kami instruksikan rekan-rekan DPU untuk langsung bergerak. Itu sudah menjadi SOP kami," katanya.

Tak hanya di Jalan Gajah Raya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga memprioritaskan penanganan di wilayah Semarang Timur, seperti Muktiharjo Kidul, Muktiharjo Lor, hingga kawasan Genuk yang kerap terdampak genangan.

Untuk itu, DPU menyiapkan berbagai peralatan berat untuk mendukung pembersihan, mulai dari excavator long arm, excavator amphibi, backhoe loader, hingga dump truck untuk mengangkut hasil pengerukan.

"Kami sesuaikan alat dengan kondisi di lapangan. Kalau sungai, biasanya pakai excavator amphibi. Kalau drainase jalan, bisa pakai alat lain. Semua langsung kami angkut dengan Dump Truck agar tidak mengganggu lingkungan sekitar," terang Agustina.

Lebih lanjut, Agustina menyebut, pihaknya telah memiliki daftar prioritas pembersihan drainase yang disusun setiap tahun. Kendati demikian, laporan dari masyarakat tetap menjadi acuan penting dalam menentukan percepatan penanganan.

Agustina menyebut, DPU punya Standart Operasional (SOP) terkait aduan yang masuk di berbagai kanal aduan Pemkot Semarang.

"Masyarakat bisa menyampaikan aduan melalui berbagai kanal yang tersedia. Nanti kami sesuaikan dengan tingkat urgensinya. Kalau memang prioritas, akan langsung kami tangani," katanya.

Agustina berharap langkah cepat ini dapat meminimalkan risiko genangan dan menjaga kelancaran aliran air, terutama saat curah hujan masih tinggi di sejumlah wilayah.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads