Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menggelar pertemuan dengan perusahaan dan serikat pekerja dalam Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Dalam peringatan itu Pemkab Batang menyampaikan sejumlah kabar baik dan mengupayakan kebutuhan para buruh.
Pertemuan digelar di halaman Kantor Disnaker Batang. Bupati Batang, M Faiz Kurniawan mengungkapkan, kebutuhan tenaga kerja di wilayahnya mencapai 5.800 orang. Data itu berdasarkan hasil pemetaan perusahaan di Batang sepanjang 2026.
"Ini jadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja," kata Faiz dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah itu, sekitar 4.000 lowongan untuk lulusan SLTA. Adapun sisanya membutuhkan tenaga dengan kualifikasi D1 hingga S3, termasuk keahlian khusus seperti kemampuan bahasa asing.
Di tengah tingginya kebutuhan tenaga kerja, Pemkab Batang juga menyoroti pentingnya akses bagi kelompok difabel. Faiz meminta perusahaan mulai membuka ruang bagi pekerja disabilitas.
Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, saat menyampaikan sambutan peringatan May Day di halaman Kantor Disnaker Batang, Senin (4/5/2026). Foto: Dok. Pemkab Batang |
"Berdasarkan aturan, minimal 2 persen, tapi kami minta setidaknya 1 persen dari setiap perusahaan bisa menyerap tenaga kerja dari kelompok difabel," tegas Faiz.
Pemkab Batang juga menyiapkan pelatihan khusus agar tenaga kerja difabel memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Program ini terintegrasi dalam program 'Dapat Kerja' (Daker) yang menargetkan 3.500 peserta tahun ini.
"Program tersebut memberikan pelatihan peningkatan keterampilan bagi calon tenaga kerja lokal yang belum memenuhi kualifikasi perusahaan," ucap Faiz.
"Seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah daerah, sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk terserap di dunia kerja," lanjutnya.
Pemkab Batang juga menyiapkan tiga program besar untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, salah satunya lewat transportasi murah.
Faiz menyebut, rencananya layanan Trans Jateng akan diperluas dengan rute Weleri-Pekalongan untuk memudahkan akses ke kawasan industri seperti KITB dan Batang Industrial Park. Lalu ada pula layanan kereta subsidi dengan tarif sekitar Rp 5 ribu.
"Rencananya akan ada layanan kereta dari Batang ke Stasiun Pelabuhan dengan tarif Rp 5 ribu. Ini untuk mengurangi biaya transportasi sekaligus meningkatkan keselamatan pekerja," jelas Faiz.
Juga terdapat program penyediaan rumah subsidi khusus bagi pekerja industri, agar para buruh dapat memiliki hunian layak dengan harga terjangkau.
Di sisi lain, Pemkab Batang juga mengembangkan platform digital 'Batang Career' untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Sistem ini dilengkapi fitur pemantauan tenaga kerja, termasuk komposisi tenaga lokal, difabel, hingga tenaga kerja asing.
Kepala Disnaker Batang, Suprapto, menyebut sistem tersebut juga mempermudah proses rekrutmen, mulai dari pembuatan CV hingga respons lamaran yang lebih cepat.
"Perusahaan juga wajib melaporkan data tenaga kerja secara lengkap, termasuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan," ujarnya.
Dengan berbagai langkah ini, Pemkab Batang berharap penyerapan tenaga kerja lokal dapat semakin ditingkatkan dan diimbangi dengan ekosistem letenagakerjaan yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.
(dil/apu)
