Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat melakukan penanganan darurat pascabanjir di Kecamatan Tugu dan Ngaliyan pada Jumat (15/5) malam. Penanganan utama yakni berfokus salah satunya pada pembersihan lumpur di jalur Silayur.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menginstruksikan seluruh jajaran dinas terkait untuk turun langsung ke lapangan membantu warga terdampak. Agustina menyebut, intensitas hujan tinggi di hulu Ungaran bagian timur dan Ngaliyan memicu limpasan air yang tidak terbendung di aliran Kali Silandak dan Kali Plumbon.
Tercatat, sebanyak 313 Kepala Keluarga di Kelurahan Mangkang Kulon, Tugu, terdampak langsung oleh luapan air sungai tersebut. Tanggul di RT1/RW1 juga jebol sepanjang 40 meter yang memperparah dampak banjir di pemukiman warga sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agustina menjelaskan, penanganan fisik terhadap tanggul yang ambrol dilakukan mulai Sabtu pagi (16/05) dengan skema darurat. Pemkot Semarang akan bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk memperkuat tanggul menggunakan ribuan karung pasir dan memasang trucuk bambu sebagai penahan sementara.
"Meskipun Sungai Plumbon secara teknis berada di bawah kewenangan BBWS, Pemkot Semarang tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah darurat besok (Sabtu, 16/5) pagi. Kita akan kerahkan personel untuk melakukan penambalan tanggul sementara agar warga merasa aman jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu," ungkap Agustina dalam keterangan terangan tertulis yang diterima detikJateng, Minggu (17/5/2026).
Selain penanganan di aliran sungai, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang membersihkan material lumpur pekat yang menutup jalur Silayur, Ngaliyan. Penanganan dilakukan dengan menggunakan truk tangki air dan alat berat agar jalur utama yang menghubungkan Semarang dan Boja tersebut dapat dilalui kendaraan dengan aman.
Agustina menambahkan, koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memetakan titik-titik rawan luapan air di Semarang Barat guna mencegah kejadian serupa. Dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan selalu memantau informasi peringatan dini dari instansi terkait.
"Malam ini petugas pembersihan lumpur masih bekerja di Silayur dan besok pagi saya minta warga bersama jajaran kelurahan melakukan gotong royong massal untuk membersihkan lingkungan masing-masing. Kami berkomitmen untuk mendampingi seluruh warga terdampak hingga situasi kembali kondusif dan aktivitas ekonomi berjalan normal," pungkasnya.
(afn/afn)