Cerita Di Balik Dering 110, Polisi Siaga Kawal Perjalanan Pasien Darurat

Cerita Di Balik Dering 110, Polisi Siaga Kawal Perjalanan Pasien Darurat

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 22 Mar 2026 17:36 WIB
Petugas kepolisian berjaga di kantor polisi dan melayani panggilan 110 di meja operator.
Petugas kepolisian berjaga di kantor polisi dan melayani panggilan 110 di meja operator. Foto: dok. Polda Jateng
Semarang -

Layanan darurat 110 memiliki kisah haru di Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Seorang warga di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Rudi (52) meminta pengawalan polisi dari Wonogiri menuju RS Dr Oen Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo ,karena keluarganya membutuhkan penanganan medis segera.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (21/3/2026) sore usai Lebaran. Kala itu Rudi panik karena harus segera membawa anggota keluarganya ke rumah sakit. Dalam kondisi mendesak, ia menghubungi layanan 110 dengan harapan mendapat bantuan agar perjalanan menuju rumah sakit bisa lebih cepat.

Panggilan tersebut diterima Bripda Adi Cahyono, yang saat itu bertugas sebagai operator Call Center 110 Polres Wonogiri. Menyadari situasi darurat, ia langsung meneruskan laporan kepada petugas di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam hitungan menit, koordinasi terjalin. Petugas bergerak. Sirine menjadi penanda bahwa harapan itu kini sedang dikawal," kata Adi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/3).

ADVERTISEMENT

Tak butuh waktu lama, polisi bergerak memberikan pengawalan terhadap kendaraan yang membawa pasien. Dengan bantuan sirine, perjalanan menuju rumah sakit dapat dilalui lebih cepat di tengah kondisi jalan malam hari.

"Pasien berhasil sampai di RS Dr. Oen Solo Baru dan segera mendapatkan penanganan medis. Rasa cemas yang semula menyelimuti perlahan berubah menjadi lega," tuturnya.

Di balik respons cepat tersebut, Adi mengaku tugas sebagai operator layanan 110 bukan hal yang mudah, terutama saat harus berjaga di malam hari.

"Kadang rasa lelah itu ada, apalagi kalau piket malam. Tapi begitu ada telepon masuk, semuanya harus langsung fokus. Karena kita tahu, di balik telepon itu ada orang yang sedang butuh pertolongan," kata dia.

Meski begitu, Adi juga menyebut ada kepuasan tersendiri saat bisa membantu masyarakat, terlebih dalam situasi yang menyangkut keselamatan.

"Rasanya lega dan senang kalau kita bisa membantu. Apalagi kalau menyangkut keselamatan orang. Itu yang bikin kami tetap semangat," tambahnya.

Rudi juga turut mengapresiasi kinerja polisi dan berterima kasih karena kepolisian telah membantunya mengantar pasien dari Kabupaten Wonogiri menuju RS Dr. Oen Solo Baru.

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih. Kalau tidak ada bantuan dari kepolisian, kami tidak tahu harus bagaimana," kata Rudi.

Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026, Kombes Artanto, menambahkan layanan 110 menjadi salah satu bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

"Setiap panggilan yang masuk adalah amanah yang harus dijawab dengan cepat dan profesional. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak pernah merasa sendiri saat menghadapi situasi darurat. Polri akan selalu hadir, memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik," ungkapnya.

Artanto turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan 110 saat menghadapi situasi darurat. Dia memastikan polisi siap memberikan bantuan kapan pun dibutuhkan.

"Di balik satu dering telepon, ada harapan yang disambut. Di balik satu respons cepat, ada nyawa yang terselamatkan. Dan di balik semua itu, ada dedikasi tanpa henti dari insan Bhayangkara yang selalu siap hadir, bahkan di saat paling genting sekalipun," ujarnya.




(ams/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads