PSSI Jateng Buka Suara soal Banyaknya Insiden di Liga 4 Jateng 2025/2026

PSSI Jateng Buka Suara soal Banyaknya Insiden di Liga 4 Jateng 2025/2026

Prihatnomo - detikJateng
Kamis, 05 Feb 2026 22:36 WIB
PSSI Jateng.
PSSI Jateng. Foto: Dok. Istimewa.
Semarang -

Pelaksanaan kompetisi sepakbola Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026 diwarnai sejumlah insiden. Mulai dari pelanggaran keras antarpemain hingga gangguan dari suporter yang masuk ke area lapangan pertandingan.

Salah satu insiden yang menyita perhatian adalah aksi tendangan kungfu dalam laga fase grup antara PSIR Rembang melawan Persikaba Blora. Kericuhan juga terjadi di beberapa laga lainnya, termasuk pada pertandingan babak 8 besar antara Persak Kebumen melawan Persibas Banyumas, di mana suporter turun ke lapangan usai pertandingan.

Menanggapi berbagai insiden tersebut, Sekretaris PSSI Jawa Tengah, Purwidyastanto, menyatakan bahwa sejak awal bergulirnya Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026, pihaknya tidak mengharapkan adanya pelanggaran regulasi maupun kode disiplin oleh seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebutkan, pelanggaran yang terjadi mencakup tindakan pemain yang berpotensi membahayakan keselamatan lawan, perkelahian antarpemain, protes berlebihan terhadap keputusan wasit, hingga tindakan tidak sportif lainnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pelanggaran juga terjadi pada aspek penyelenggaraan pertandingan, seperti pelemparan benda dari tribun ke arah pemain dan perangkat pertandingan, penonton yang masuk ke area lapangan hingga pertandingan terhenti, serta masih ditemukannya barang terlarang seperti flare dan petasan di dalam stadion.

PSSI Jawa Tengah juga menyoroti kehadiran suporter tim tamu yang dilarang dalam regulasi kompetisi nasional dan dinilai berpotensi memicu keributan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PSSI Jawa Tengah mengaku telah melakukan pembekalan kepada klub peserta dan panitia pelaksana pertandingan melalui agenda Managers Meeting dan Workshop Panpel sejak awal kompetisi.

"Klub diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada pemain dan ofisial tim terkait ketaatan terhadap regulasi dan kode disiplin, termasuk pemahaman Laws of The Game," kata Anto sapaan akrabnya di Semarang pada Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, panitia pelaksana pertandingan bertanggung jawab penuh terhadap aspek penyelenggaraan, termasuk jaminan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat.

Dalam hal penegakan disiplin, PSSI Jawa Tengah melalui Komite Disiplin telah menjatuhkan lebih dari 90 putusan hingga sebelum babak 8 besar digelar. Sanksi diberikan kepada individu maupun badan, termasuk pemain, ofisial, klub, dan panitia pelaksana.

PSSI Jawa Tengah juga melakukan evaluasi terhadap perangkat pertandingan. Wasit dan asisten wasit yang dinilai bertugas di bawah standar mendapatkan sanksi dan pembinaan dari Komite Wasit, bahkan beberapa di antaranya tidak lagi diberikan penugasan.

Selain itu, PSSI Jawa Tengah menugaskan Referee Assessor di setiap pertandingan untuk menjaga kualitas perwasitan.

Menjelang fase lanjutan kompetisi, PSSI Jawa Tengah mengimbau seluruh klub dan panitia pelaksana untuk melakukan evaluasi dan lebih disiplin dalam menaati regulasi, guna memastikan sisa pertandingan Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026 dapat berjalan aman dan tertib.

"Bagi klub yang telah tersingkir, pengalaman musim ini diharapkan menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Sementara klub yang masih bertahan hingga babak semifinal diminta lebih serius mematuhi regulasi dan kode disiplin, demi memastikan kompetisi dapat dituntaskan dengan aman, tertib, dan bermartabat," jelas Anto.




(apl/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads