Yoyok Sukawi Sebut Piutang PSIS ke PT LIB Bisa untuk Bayar Sanksi FIFA

Yoyok Sukawi Sebut Piutang PSIS ke PT LIB Bisa untuk Bayar Sanksi FIFA

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 02 Jun 2026 09:32 WIB
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi
Eks CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi Foto: Prihatnomo/detikJateng
Solo -

Mantan CEO PSIS, Yoyok Sukawi buka suara soal sanksi FIFA yang menyebabkan Laskar Mahesa Jenar terancam gagal mendaftarkan pemain baru. Menurut Yoyok, jalan keluar dari sanksi itu adalah utang PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada PSIS.

Hal itu diungkapkan Yoyok lewat video di akun instagramnya @yoyok_Sukawi. Dia pertama mengakui jika permasalahan yang berujung pada laporan ke FIFA terjadi di masa kepemimpinannya soal pemutusan kontrak dua pemain asing.

Kemudian dia menyebut akan bertanggung jawab dan sudah berkoordinasi dengan manajemen baru. Selanjutnya dia menyebut PT LIB memiliki utang kepada PSIS yang sebenarnya bisa menyelesaikan masalah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, anggaran PSIS 2024-2025 ini masih memiliki tagihan piutang sangat besar dan belum dibayarkan oleh PT Liga Indonesia Baru. Piutang inilah yang sesuai kesepakatan manajemen baru dan manajemen lama, akan dipergunakan untuk menyelesaikan kasus 2024-2025 hingga tuntas," kata Yoyok dikutip dari akun instagramnya.

"Perhitungan piutang ini jauh lebih besar daripada beban kewajiban pembayaran sanksi-sanksi FIFA tersebut," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Yoyok juga menjelaskan pihak PSIS sudah terus berusaha menagih piutang saham dan rating tersebut ke PT Liga Indonesia Baru.

"Terbaru, per tanggal 12 Mei 2026. Direktur telah bersurat ke Liga Indonesia Baru untuk meminta hak PSIS Semarang. Namun, hingga sekarang belum dibayarkan. Terlampir, saya lampirkan surat dari Direktur. Karena kita tahu, sebentar lagi FIFA akan mengeluarkan keputusan-keputusan," ungkapnya.

Dia kemudian juga menyatakan optimisme PT LIB akan membayar utangnya. Kemudian setelah itu PSIS akan bebas dari sanksi dan bisa mendaftarkan pemain baru.

"Saya berdoa, semoga segera dituntaskan ini hutang-hutang LIB kepada PSIS Semarang. Karena sudah terlalu lama," harapnya.

"Karena, saya yakin PT Liga Indonesia Baru akan segera melunasi hutang-hutangnya kepada PSIS Semarang. Karena ini adalah hak kita dan kita akan pergunakan untuk menyelesaikan kewajiban keuangan klub 2024-2025," jelas Yoyok.

Untuk diketahui nama PSIS tercantum dalam laman resmi FIFA Registrations Bans. Sanksi tersebut berlaku mulai tanggal 28 Mei 2026 dengan masa berlaku 3 musim transfer. Hal itu membuat PSIS terancam tidak bisa mendaftarkan pemain baru jelang laga Championship musim 2026/2027.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads