Ratusan mobil kuno mengikuti rally dengan start di Alun-alun Kota Magelang. Di antaranya ada mobil Fiat tahun 1937 dan mobil Dodge DeSoto keluaran tahun 1948.
Rally mobil dihelat Pemkot Magelang bekerja sama dengan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI). Kegiatan ini diikuti 215 unit mobil dengan 500-an peserta. Adapun rally dilangsungkan selama dua hari, Sabtu (2/5) dan Minggu (3/5).
Untuk rute pertama, start dari Alun-alun Kota Magelang lalu mengelilingi sebagian Kota Magelang menuju Ambarawa, Kabupaten Semarang. Adapun besok rutenya kembali menyusuri Kota Magelang.
Peserta rally mobil kuno di Alun-Alun Magelang, Sabtu (2/5/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng |
Dari 215 unit mobil ini, salah satunya ada mobil mungil fiat nopol E 1479 JI yang dikemudikan Suharto (50) dengan navigator Deni dari Cirebon. Mobil ini sudah dua kali ikut acara rally mobil kuno. Rally pertama di Semarang yang juga digelar oleh PPMKI.
"Ini Fiat 1937, produksi Italia. Iya, memang hanya untuk dua orang (sopir dan penumpang). Ini baru tes kedua. Ini kan baru selesai ngebangun," kata Suharto kepada wartawan di Alun-alun Magelang, Sabtu (2/5/2026).
Suharto mengatakan, kali pertama memakai fiat untuk mengikuti PPMKI di Semarang. Saat itu, ada trouble kemudian dilakukan perbaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta rally mobil kuno di Alun-Alun Magelang, Sabtu (2/5/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng |
"Tes pertama kemarin kita acara PPMKI di Semarang. Itu ada beberapa trouble, ini kita sempurnakan lagi. Nah, ini kita tes lagi di sini. Mobil tua memang tidak bisa langsung, harus bertahap," imbuhnya.
"(Perawatannya bagaimana) Ya itu, jadi yang penting kita oli, air, gitu. Jangan sampai ada kebocoran. Itu sih. Selebihnya ya seperti mobil-mobil umumnya," kata Suharto dari Cirebon.
Perjalanan dari Cirebon menuju Kota Magelang, mobil fiat berwarna putih itu dibawa dengan towing. Kemudian, hari ini ikut start dari Kota Magelang menuju Ambarawa dan kembali ke Magelang.
"Kemarin sore (sampai Magelang). Kalau ke sininya sih kita gendong (pakai mobil towing). Jadi karena masih uji coba ya, jadi nanti ini kita perjalanan ke Ambarawa kita jalanin," tutur dia.
"Iya, pakai towing. Karena tentatif nih (pulangnya). Kalau kita mau coba kayaknya kita jalanin sambil dikawal gitu, karena sebagai ini sedang uji coba juga sih," tambahnya.
Suharto mengatakan, mesin mobil fiat ini berkapasitas 500 cc dan BBM-nya terbilang irit.
"Tangkinya kemarin ngisi cuma Rp 100 ribu, sekitar 20 liter," ujar dia.
"Ya ini kita sering ya (ikut rally), sudah beberapa kali. Jadi memang Magelang ini luar biasa lah, selalu konsisten untuk bikin acara. Dulu sebelumnya ini saya pakai Fiat 600 seri Multipla tahun 1958," kata dia.
Hal senada disampaikan peserta rally mobil kuno lainnya, Wawan Santoso (43) dari Solo. Ia membawa dua mobil kuno jenis Dodge DeSoto keluaran tahun 1948 dan Dodge Deluxe tahun 1948.
"Untuk tour Jateng PPMKI 2026 ini saya bawa dua unit. Yang pertama ini saya pakai Dodge DeSoto keluaran tahun 1948. Lalu, saya bawa lagi Dodge Deluxe tahun 1948 juga," kata Wawan.
"Ini dua unit produk dari dari Amerika. Terus, rute hari ini dari Magelang langsung nanti menuju ke Ambarawa, ke Benteng Fort Willem I Ambarawa. Setelah itu etape istirahat, makan siang di sana, lalu melanjutkan etape berikutnya nanti sesuai dengan soal gitu. Bakal kembali lagi ke Magelang," ujarnya.
Adapun besok Minggu (3/5), kata Wawan, start awal santai ke Pendopo Walikota.
"(Tantangan merawat mobil kuno) Buat kami tantangan jadi hiburan. Karena kita memang seneng," tuturnya.
"(Kalau onderdil gimana) Kalau sparepart kita sejauh ini yang masih bisa kanibalan di lokalan kita dari teman-teman komunitas, kita masih ada ya kita dapat. Tapi, kalau misalkan di lokalan sudah nggak ada, ya kita impor," tambahnya.
Wawan menambahkan, mobil tersebut pernah dipakai menuju Bali PP. Selain itu, pernah juga dibawa menuju Jakarta dan Bandung.
Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Magelang, Imam Baihaqi menjelaskan soal Magelang rally mobil kuno PPMKI Jateng Tour 2026.
"Tujuannya memberikan hiburan yang unik kepada masyarakat dengan pameran mobil kuno. Yang kedua, memperkenalkan objek-objek wisata dan budaya andalan Jateng, khususnya Kota Magelang dan sekitarnya," kata Imam dalam sambutannya.
"Yang ketiga, ikut memeriahkan Hari Jadi Kota Magelang. Keempat, memberikan dampak ekonomi untuk tamu yang menginap dan berbelanja di Kota Magelang. Dan yang kelima adalah meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Magelang," beber Imam.
Peserta PPMKI tahun ini, kata Imam, penggemar mobil kuno, baik nasional maupun internasional sejumlah 215 mobil atau kurang lebih diikuti oleh 500 peserta.
"Hadiah rally dibagi menjadi 6 kategori dengan total hadiah Rp 12 juta," ujar dia.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, rally mobil kuno sudah menjadi agenda rutin Pemkot Magelang menghadirkan para peserta dari seluruh Indonesia.
"Ini membawa dampak ternyata. Sudah 28 tahun rally ini berlangsung. Dan semakin tahunnya, semakin baik, semakin diminati dan semakin berdampak terhadap Kota Magelang. Khususnya pertumbuhan ekonomi," kata Damar.

