Suhu di dataran tinggi Dieng mencapai -4 derajat Celcius pagi tadi. Wisatawan pun merasa betapa dinginnya Dieng saat itu.
Seorang wisatawan asal Temanggung, Akhmad Musyafa, mengaku sering berkunjung ke Dieng. Pagi tadi merupakan yang suhu terdingin yang pernah dirasakannya.
"Kalau untuk berasa dinginnya, waduh, tadi pagi menurut saya memang dingin banget, Mas. Bahkan saya yang sudah lama di Dieng saja sampai kedinginan," ungkap Syafa melalui pesan singkat kepada detikJateng, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, jemari Syafa terasa seakan perih akibat kedinginan. Dia mengatakan pada Rabu (10/6) pukul 22.30 WIB suhu di Dieng mencapai 0 derajat Celcius.
"Sampai jarinya itu kayak apa ya? Kayak perih-perih gitu, Mas. Saking dinginnya memang. Bahkan mulai dari semalam, kalau saya nggak salah ingat, jam 22.30 WIB itu sudah nol derajat," terangnya.
"Kemudian di jam 23.20 WIB itu kalau nggak salah sudah di -1. Nah itu semakin pagi, semakin minus sampai tadi kurang lebih jam 06.00 WIB itu puncaknya di -4, Mas. Jadi itu benar-benar dingin banget," lanjutnya.
Syafa juga sulit untuk tidur lantaran kedinginan. Selama berkunjung ke Dieng, baru tadi malam Syafa mengaku mengenakan jaket dobel.
"Saya sempat susah tidur itu semalam. Bahkan semalam bagi saya pribadi itu kali pertama saya tidur sampai pakai jaket dobel rompi," tuturnya.
"Jadi saya pakai rompi yang bulu angsa itu yang rompi gembul sama jaket gembul, terus sama pakai topi kupluk, terus kaus kaki dan sarung tangan. Baru itu aku sampai tidur," lanjutnya.
Syafa pun sempat membuat konten seputar fenomena embun es di Dieng. Suhunya mencapai -4 derajat Celcius.
"Aktivitas yang saya lakukan tadi cuma ngonten, ngasih informasi ke teman-teman yang di sosial media bahwa Dieng tadi pagi sampai -4," katanya.
Bun upas tidak menyelimuti seluruh permukaan Dieng. Syafa menyebut, embun es hanya terdapat di beberapa titik.
"Terus untuk esnya itu sebenarnya spot-spot ya. Tapi ya hampir sama kayak hari-hari sebelumnya sih, paling favorit masih di Lapangan Pandawa yang samping kawasan kompleks Candi Arjuna itu," tuturnya.
Di Lapangan Pandawa, dia mengatakan rerumputan dan dedaunan membeku pagi tadi. Dia mengatakan banyak wisatawan yang berkumpul di sana karena aksesnya yang mudah.
"Titik di lapangan itu memang masih menjadi tempat paling favorit buat wisatawan mengabadikan momen atau menikmati momen embun es karena aksesnya mudah. Memang di situ es itu jelas terlihat, terutama di rumput-rumput sama daun-daunan," bebernya.
Dia mendeskripsikan, bun upas di Dieng seperti air yang membeku. Bahkan, katanya, sejumlah unit mobil yang mulanya diselimuti embun, akhirnya terselimuti butiran es.
"Kalau untuk bentuk bekunya seperti air yang membeku. Cuma kalau yang di Dieng itu tadi memang benar-benar membeku. Di beberapa unit mobil itu kan kadang berembun ya kalau malam. Nah itu paginya eh embun airnya itu jadi beku, Mas," terangnya.
(ams/alg)