Potret Lesu Kios-kios Grojogan Sewu

Potret Lesu Kios-kios Grojogan Sewu

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 06 Jul 2026 07:33 WIB
Suasana ruko pedagang di area parkiran loket pintu I Grojogan Sewu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (4/7/2026).
Suasana ruko pedagang di area parkiran loket pintu I Grojogan Sewu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (4/7/2026). (Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Karanganyar -

Deretan kios di kawasan parkiran Pintu I Grojogan Sewu, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, kini kerap lengang. Di tengah masa libur sekolah dan akhir pekan yang biasanya menjadi momentum meningkatnya kunjungan wisata, banyak kios justru memilih menutup usahanya akibat menurunnya jumlah wisatawan.

Hanya sebagian pedagang yang masih bertahan membuka lapak, seperti penjual buah, pakaian, dan oleh-oleh. Sementara itu, kios-kios yang tutup tampak kosong dan sebagian atapnya dimanfaatkan kawanan kera ekor panjang untuk beristirahat. Bahkan, kera-kera tersebut sesekali turun ke area parkir dan mengganggu aktivitas pedagang maupun wisatawan.

Kondisi ini turut berdampak pada aktivitas perdagangan. Sejumlah pedagang lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbincang sesama pedagang atau sekadar menunggu calon pembeli yang melintas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang pedagang, Sri Suyatmi, menilai penurunan jumlah wisatawan dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya kenaikan harga tiket masuk.

"Kalau di sini agak turun, kalau dulu memang ramai. Kan ini karena karcis mahal, dulu kan Rp 20 ribu sekarang Rp 29.500," ujarnya kepada detikJateng, Sabtu (5/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Sri, setelah pandemi COVID-19 berakhir, kawasan Grojogan Sewu sempat kembali ramai. Namun dalam beberapa bulan terakhir, kondisi tersebut berubah sehingga banyak pedagang hanya mengandalkan hari libur untuk berjualan.

"Sekitar dua bulan ini (mulai pada libur). Kalau Sabtu-Minggu ada yang buka, tapi kalau hari biasa banyak yang memilih tutup. Kalau pedagang di rumah ada yang ke ladang, buka warung, dan ada kerja di tempat lain," kata dia.

Suasana ruko pedagang di area parkiran loket pintu I Grojogan Sewu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (4/7/2026).Suasana ruko pedagang di area parkiran loket pintu I Grojogan Sewu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (4/7/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Penurunan jumlah pengunjung juga berdampak langsung terhadap omzet pedagang. Jika sebelumnya mereka mampu memperoleh pendapatan hingga jutaan rupiah dalam sehari saat kondisi ramai, kini penghasilan tersebut turun drastis.

"Kalau dulu, kalau ramai ya, itu bisa dapat Rp 2 juta lebih. Kalau ini Rp 500 ribu aja gak masuk selama sebulan," keluh Sri.

Selain faktor ekonomi, keberadaan kera liar yang berkeliaran di sekitar kios juga menjadi pertimbangan pedagang untuk tidak membuka lapak. Mereka mengaku dagangan kerap menjadi sasaran kawanan monyet.

"Kalau dulu nggak masalah, kan ramai, meski monyetnya banyak tetap berani. Kalau sekarang sepi, nggak ada temannya yang ikut buka, nggak berani," ungkapnya.

Para pedagang telah menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar agar dilakukan upaya meningkatkan kembali daya tarik wisata Grojogan Sewu. Mereka berharap ada langkah konkret yang mampu mengembalikan jumlah kunjungan wisatawan sehingga aktivitas ekonomi di kawasan tersebut kembali bergeliat.

"Kita komunikasi bagaimana kemajuan wisata Grojogan Sewu, sehingga bakul-bakul bisa seperti dulu. Kemarin tanggal 5 (Juni) dari Dinas Pariwisata mau dikonsultasikan dulu, bagaimana supaya Grojogan Sewu bisa maju lagi. Baru musyawarah ke Kabupaten," kata Sri.

Pedagang lainnya, Suyatmi, menilai jumlah wisatawan sebenarnya masih cukup banyak, namun daya beli mereka mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

"Sebenarnya lumayan ramai, cuma daya belinya yang berkurang. Sudah sekitar 3 bulanan ini," ujar Suyatmi.

Ia berharap kondisi perekonomian segera membaik sehingga omzet para pedagang di kawasan wisata Grojogan Sewu dapat kembali meningkat seperti sebelumnya.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads