SPPG Disetop Sementara Usai 9 Siswa SMK di Tulungagung Keracunan MBG

SPPG Disetop Sementara Usai 9 Siswa SMK di Tulungagung Keracunan MBG

Adhar Muttaqin - detikJatim
Jumat, 23 Jan 2026 13:00 WIB
SPPG yang menyalurkan MBG untuk SMK Sore Tulungagung.
SPPG yang menyalurkan MBG untuk SMK Sore Tulungagung. Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim
Tulungagung -

Pascakejadian dugaan keracunan massal di SMK Sore Tulungagung, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara. Saat ini tim gabungan masih melakukan investigasi.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung Sebrina Mahardika mengatakan tim gabungan dari Satgas MBG langsung mendatangi SPPG Moyoketen guna dilakukan proses penelitian dan pemeriksaan lapangan.

"Iya, operasionalnya dihentikan sementara sambil menunggu proses di laboratorium dan keputusan dari BGN," kata Sebrina, Jumat (23/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dari hasil tinjauan di SPPG, pihaknya memberikan sejumlah catatan terkait produk hingga kondisi dapur yang dikelola yayasan pondok pesantren tersebut.

Tim menemukan produk roti yang tidak dilengkapi data produksi maupun masa kedaluwarsa. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai aturan dan rawan terjadi persoalan.

ADVERTISEMENT

"Roti saya cek bungkusnya polosan, mereknya juga enggak ada. Kemarin sudah saya ingatkan, tekankan, imbauan juga dari satgas untuk adanya sertifikasi halal, semua produk UMKM yang digunakan SPPG harus halal," ujarnya.

Selain itu, ia juga memberikan catatan terkait penerapan kebersihan di lingkungan SPPG Moyoketen. Ia meminta petugas kebersihan untuk lebih sigap dengan langsung membersihkan jika ada kotoran di dapur.

"Setiap operasional wajib ada petugas kebersihan. Di sini ada petugasnya, setiap ada yang kotor harusnya segera dibersihkan karena bisa mengundang lalat. Bisa bertelur dan jadi risiko," imbuhnya.

Sebrina menambahkan SPPG tersebut telah mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan tengah memproses OSS. Dalam sehari memproduksi sekitar 3.000 porsi MBG.

"Tidak hanya untuk SMK Sore, tapi juga untuk melayani lingkungan Ponpes MIA karena ini SPPG milik pesantren," jelasnya.

Sebelumnya, sembilan siswa SMK Sore Tulungagung dilarikan ke Puskesmas Beji karena mengalami gejala dugaan keracunan. Para siswa mengeluh pusing, mual, muntah dan diare.

Peristiwa keracunan menu MBG tidak hanya terjadi di SMK Sore, sebelumnya kejadian serupa juga sempat terjadi di SMKN 3 Boyolangu dan SMPN 1 Boyolangu. Mereka dilayani oleh SPPG yang berbeda.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads