Produk olahan keripik menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang. Tercatat sebanyak 95 UMKM asal Kota Malang berhasil menembus pasar luar negeri.
Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) mencatat total UMKM yang berhasil menembus pasar global hingga 2025, mayoritas berasal dari sektor olahan keripik.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengungkapkan, pihaknya mencatat sebanyak 95 UMKM telah berhasil mengekspor produknya ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah itu, aneka keripik termasuk keripik tempe menjadi komoditas yang mendominasi dipasarkan ke sejumlah negara. Seperti Uni Emirat Arab, Malaysia, hingga Selandia Baru.
"Produk yang sudah kami ekspor macam-macam, ada kriya, makanan seperti keripik. Yang paling banyak permintaan aneka produk keripik, seperti keripik tempe," ujar Eko kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Jika digabungkan dengan komoditas UMKM lainnya, nilai ekspor produk asal Kota Malang mencapai sekitar Rp 100 miliar. Capaian ini menjadi modal optimistis bagi Pemkot Malang untuk mendorong UMKM naik kelas pada 2026.
Diskopindag menargetkan, 10 persen dari total sekitar 40 ribu UMKM di Kota Malang, atau sekitar 4.000 pelaku usaha, bisa naik kelas pada 2026.
"UMKM dikatakan naik kelas apabila mengalami peningkatan omzet per tahunnya, misal dari Rp 500 juta menjadi Rp 5 miliar per tahun," ungkapnya.
Untuk mengejar target tersebut, Diskopindag akan memperkuat pola pendampingan yang sebelumnya telah dilakukan.
Pada 2026, cakupan pendampingan akan diperluas dengan satu tim pendamping membina 50 hingga 100 UMKM.
"Pendampingan akan lebih detil, mulai dari pengemasan produk, pemasaran, hingga kesiapan ekspor," kata Eko.
Langkah penguatan ini dilakukan karena capaian UMKM naik kelas pada 2025 belum sesuai harapan. Dari target yang ditetapkan, baru sekitar 100 UMKM yang berhasil naik kelas.
Selain itu, Diskopindag juga akan memaksimalkan peran klinik ekspor untuk memperluas pasar luar negeri.
Dengan kerja sama yang telah terjalin dengan sejumlah negara, pemerintah menargetkan jumlah UMKM yang mampu menembus pasar ekspor meningkat hingga 50 persen pada 2026.
"Targetnya 2026 UMKM yang ekspor bisa meningkat 50 persen. Klinik ekspor dimaksimalkan karena pasarnya sudah terbuka dan kami memiliki kerja sama dengan luar negeri," pungkasnya.
Ngalam Mbois adalah rubrik spesial detikJatim yang mengupas seputar seluk-beluk, capaian, prestasi, dan kelokalan khas yang ada di Malang Raya. Ngalam Mbois tayang setiap hari Senin.
(auh/hil)