Jalan Raya Ahmad Yani Nganjuk kini semakin cantik dan jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Saat malam, gemerlap lampu semakin menarik.
Sejak diberlakukannya rekayasa lalu lintas satu arah pada 17 Maret 2022, jalan protokol yang sebelumnya memiliki dua jalur dengan sempadan tengah itu menjelma menjadi kawasan yang lebih ramai, tertata rapi, serta semakin semarak.
Zona pedestrian atau trotoar di kiri-kanan jalan, kini jadi lebih lebar dan cantik, dengan deretan lampu-lampu hias estetik. Ditambah dengan dibangunnya Taman Nyawiji dan Tugu Jayastamba yang berhias lampu warna-warni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan suasana kawasan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Septina Dwi Jayanti (39), warga Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk Kota, mengaku kondisi Jalan Ahmad Yani saat ini jauh lebih ramai dan hidup dibanding sebelumnya.
Ia mengingat betul bagaimana kondisi jalan tersebut pada masa lalu yang sepi. Bahkan terkesan kurang aman saat malam hari.
Jalan Raya Ahmad Yani Nganjuk kini semakin cantik setelah ditata (Foto: Bakrie/detikJatim) |
"Dulu sebelum dibangun seperti ini, suasana Jalan Ahmad Yani sepi dan remang-remang di malam hari. Jam 9 malam sudah sepi sekali," ungkap Septina, Sabtu (14/2/2026).
Kini kondisi tersebut berbalik drastis. Septina menuturkan, Jalan Ahmad Yani justru semakin ramai hingga tengah malam. Kehadiran berbagai kafe, tempat kuliner, hingga lokasi nongkrong estetik menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi kalangan anak muda.
Perubahan ini tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga membawa dampak positif bagi geliat ekonomi dan sektor pariwisata Nganjuk.
Penataan ini membuat suasana Jalan Ahmad Yani tampak hidup, bahkan kerap disandingkan dengan kawasan wisata ikonik di Kota Yogyakarta.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo mengatakan, konsep penataan kawasan Ahmad Yani menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menciptakan ikon wisata baru, sekaligus ruang publik yang representatif bagi masyarakat.
"Ya konsepnya seperti Malioboro Jogja. Jadi Jalan Ahmad Yani ini adalah Malioboro-nya Nganjuk," ujar Gunawan terpisah.
Ia menambahkan, 'wajah' Jalan Ahmad Yani diharapkan mampu menjadi magnet baru yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi warga, khususnya pelaku usaha kecil, kafe, hingga sektor ekonomi kreatif. Selain itu, juga menambah daya tarik wisata daerah.
(ihc/abq)

