Karnaval Sound Horeg Sampai Subuh di Mojokerto Disebut Rusak Rumah Warga

Karnaval Sound Horeg Sampai Subuh di Mojokerto Disebut Rusak Rumah Warga

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 18 Feb 2026 19:30 WIB
Rumah warga disebut rusak setelah gelaran karnaval sound horeg di Desa Medali Mojokerto
Rumah warga disebut rusak setelah gelaran karnaval sound horeg di Desa Medali Mojokerto (Foto: Dok. Istimewa)
Mojokerto -

Medali Spectacular Carnival (MSC) 2026 di Desa Medali, Puri, Mojokerto ramai dikritik netizen karena diiringi 32 sound horeg dari sore sampai subuh. Tidak hanya itu, sound horeg di karnaval ini juga disebut merusak rumah warga. Begini faktanya.

Video dengan narasi sound horeg merusak rumah warga ini viral setelah diposting akun Instagram @feedgramndo_ kemarin. Akun ini menarasikan sound horeg di Desa Medali, Puri, Mojokerto itu meresahkan karena merusak rumah warga. Bahkan sebelum karnaval dimulai atau saat cek sound.

Terlihat pemilik rumah membersihkan kotoran yang rontok dari plafon di teras rumahnya. Sedangkan seorang pria berpeci, tetangga pemilik rumah tersebut, meminta panitia menggeser sound horeg agar menjauh dari tempat tinggal mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Desa Medali Miftahuddin membenarkan adanya insiden tersebut. Hanya saja, fakta yang terjadi tidak separah yang diviralkan berbagai akun di medsos. Sebab menurutnya, plafon rumah tersebut hanya sedikit mengalami kerusakan.

ADVERTISEMENT

"Sampai hari ini sudah tidak ada masalah. Cuman di medsos ini kan kalau sudah masuk seakan-akan kayak besar masalahnya. Padahal kan tidak sampai rumahnya roboh dan seterusnya. Kalau (plafon) rontok itu kan faktornya ya memang plafonnya sudah mau rontok," terangnya kepada detikJatim, Rabu (18/2/2026).

Sebelum karnaval sejarah, budaya dan 32 sound horeg digelar, lanjut Miftahuddin, semua unsur masyarakat telah menandatangani surat pernyataan. Surat tersebut berisi persetujuan sekaligus saling memahami kalau risiko dari event ini menjadi tanggung jawab bersama.

"Kami sebelum acara, kami sudah membuat surat pernyataan, mulai dari pernyataan dari pemerintah desa, panitia, RT dan masyarakat. Mungkin dia lupa tidak melihat saat tanda tangan itu. Artinya, sama-sama tanggung jawab," jelasnya.

Ketika terjadi komplain sebelum karnaval dimulai seperti dalam video yang viral, menurut Miftahuddin, panitia MSC 2026 langsung mendatangi pemilik rumah. Sehingga warga yang mengeluh akhirnya bisa memahami risiko dari gelaran sound horeg di Desa Medali.

"Ketika kami datangi, kami jelaskan, bisa memahami. Artinya tidak sampai orang yang tidak suka sound yang terlalu, endak seperti itu. Toh di balai desa dan rumah warga yang kacanya besar-besar itu kenyataannya tidak ada yang pecah," tandasnya.

Sebelumnya, MSC 2026 di Desa Medali menuai kritik dari warganet karena digelar dari sore sampai subuh. Terlebih lagi karnaval diiringi 32 sound horeg dengan suara yang menggelegar.

Ketika dikonfirmasi detikJatim, Kepala Desa Medali Miftahuddin membenarkan karnaval yang diiringi 32 sound horeg ini mulai pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 14.00 WIB sampai Minggu (15/2) sekitar pukul 04.30 WIB. Ia menegaskan sound goreg disetop ketika salat subuh. Kirab dan sound horeg dilanjutkan sampai semua peserta tampil.

"Keinginan kami selesai sesuai izin keramaian. Pada kenyataannya banyak kendala di lapangan," terangnya kepada detikJatim, Senin (16/2/2026).

Kendala yang dimaksud Miftahuddin, salah satunya banyak kabel wifi dan listrik yang membentang terlalu rendah di atas jalan. Sehingga menghambat laju truk-truk pengangkut sound horeg. Ada pula truk pengangkut sound horeg yang tiba-tiba mogok karena koplingnya rusak.

"Harusnya selesai jam 12 malam, sampai jam 04.30. Kalau kami setop karnavalnya, malah kami diprotes peserta. Karena mereka persiapan habis banyak ternyata diberhentikan," tandasnya.

Sedangkan Kapolsek Puri AKP Sutakat menjelaskan, karnaval budaya diiringi 32 sound horeg di Desa Medali berlangsung sampai subuh karena jumlah peserta yang terlalu banyak. Kedua, beberapa truk pengangkut sound horeg mogok. Ketiga, banyak kabel wifi dan listrik terlalu rendah membentang di atas jalan. Sehingga memperlambat jalannya kirab.

"Akhirnya molor seperti itu," jelasnya kepada detikJatim, Senin (16/2/2026).

Sutakat membandingkan gelaran serupa di Desa Plososari pada Minggu (15/2). Menurutnya, karnaval disertai sound horeg di kampung ini berakhir sekitar pukul 23.00 WIB karena jumlah peserta tak terlalu banyak, yaitu 22 regu.

Kembali ke MSC 2026 di Desa Medali, izin keramaian karnaval budaya dan sound horeg ini mendapatkan izin keramaian dari Polres Mojokerto. Menurutnya, izin diberikan maksimal sampai pukul 23.00 WIB. Pihaknya pun menegur panitia ketika waktu telah habis.

"Karena peserta terlalu banyak sehingga molor. Kami sampaikan ke panitia kalau waktunya sudah habis. Dari panitia menyampaikan belum selesai. Akhirnya kami komunikasi dengan panitia dan masyarakat di situ, akhirnya kami lanjutkan sampai sekitar jam 4," terangnya.

Meski banyak dikiritik netizen, gelaran MSC dengan 32 sound horeg dikunjungi ribuan penonton. Dari sejumlah konten yang beredar di medsos, tak sedikit penonton yang bertahan menyaksikan karnaval ini sampai subuh.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads