Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendampingi Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, meninjau pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Koperasi Kelurahan Merah Putih, Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya.
Peninjauan ini merupakan bagian dari monitoring percepatan pembangunan KMP yang digerakkan melalui sinergi TNI bersama pemerintah daerah dalam rangka memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan tersebut, Emil menyampaikan apresiasi atas telah dibangunnya KMP Kutisari yang dinilai menjadi percontohan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis kelurahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengucapkan selamat dibangunnya koperasi di di kelurahan Kutisari. Ini bukan sekadar gedung, tetapi simbol kebangkitan ekonomi dari bawah. Ketika koperasi hadir dengan fasilitas lengkap seperti ini, maka yang kita bangun bukan hanya usaha, tetapi kemandirian masyarakat," kata Emil didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Endy Alim Abdi Nusa, Rabu (18/2/2026).
Pembangunan KMP di Jatim kata Emil, menunjukkan capaian signifikan. Tercatat sekitar 380 unit yang telah terbangun 100%. Sementara sebanyak 8.494 unit lainnya masih dalam tahap on progress, dan tersebar di sekitar 7.700 desa dan 770-an kelurahan.
"Jadi total ada sekitar hampir 400 yang telah dibangun, dengan dikoordinir oleh Kodam V Brawijaya dan masih ada ribuan lagi yang on progres," katanya
Berkaitan dengan hal tersebut, Emil menegaskan percepatan pembangunan KMP di Jawa Timur akan terus dikawal agar berjalan sesuai target.
"Kami berkomitmen memastikan percepatan pembangunan KMP di Jawa Timur berjalan terukur dan berkelanjutan. Sekitar 60 persen lokasi sudah memiliki lahan dan memenuhi syarat. Sisanya kita carikan solusi, baik melalui penyesuaian desain maupun alternatif lahan. Tidak boleh ada yang tertinggal," katanya
Khusus di Kutisari, KMP berdiri di atas lahan kurang lebih 1.000 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 600 meter persegi. Mayoritas bangunan difungsikan sebagai gudang distribusi, sementara bagian depan digunakan sebagai gerai ritel dan unit simpan pinjam.
Selain itu, terdapat fasilitas klinik yang difungsikan bukan untuk orientasi pendapatan, melainkan sebagai layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Model ini diharapkan menjadi percontohan integrasi layanan ekonomi dan sosial dalam satu kawasan koperasi.
"Fasilitasnya kita lihat sangat lengkap. Ada gudang, di depan ada ritel yang bahkan raknya lebih besar dari minimarket, sampai klinik. Dan klinik ini bukan untuk fokus ke revenue, tapi murni untuk pelayanan masyarakat," katanya
Sementara itu, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengapresiasi capaian Jawa Timur yang dinilai menjadi salah satu provinsi dengan pembangunan KMP terbanyak dan tercepat.
"Dari sisi jumlah dan progres, Jawa Timur termasuk yang paling cepat dan paling banyak. Ini adalah bukti dari hasil kerja nyata dan sinergi yang solid antara pemerintah provinsi Jawa Timur dan TNI," katanya.
(auh/abq)
