Balap Liar, Tawuran hingga Petasan Jadi Target Patroli Ramadan di Surabaya

Balap Liar, Tawuran hingga Petasan Jadi Target Patroli Ramadan di Surabaya

Chilyah Auliya - detikJatim
Kamis, 19 Feb 2026 18:45 WIB
Patroli Polrestabes Surabaya gagalkan tawuran dan aksi balap liar pemuda
Ilustrasi polisi gagalkan tawuran dan balap liar di Surabaya/Foto: Istimewa
Surabaya -

Polrestabes Surabaya mempertebal pengamanan di seluruh sudut Kota Pahlawan selama bulan suci Ramadan. Ratusan personel gabungan diterjunkan dalam operasi skala besar guna menyisir titik rawan balap liar, tawuran, hingga peredaran senjata tajam yang kerap meresahkan warga pada jam-jam krusial.

Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Purwana Putra menegaskan, intensitas patroli kini ditingkatkan secara signifikan, terutama menjelang sahur, setelah tarawih, hingga dini hari. Berbeda dengan hari biasa, pola pengamanan kali ini lebih diprioritaskan.

"Persiapan kami lakukan dengan meningkatkan intensitas patroli khususnya pada jam rawan. Dibanding hari biasa, pola patroli Ramadan lebih padat, mobile, dan fokus pada pencegahan balap liar, sahur on the road, tawuran, serta gangguan kamtibmas lain. Personel juga diplot di titik rawan secara menetap," kata AKBP Erika Purwana Putra saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (19/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan evaluasi tahun lalu, polisi mengendus adanya pergeseran lokasi atau aksi kucing-kucingan yang dilakukan para pelaku balap liar dan tawuran untuk menghindari petugas. Erika menjelaskan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan baru atau black spot berdasarkan hasil pantauan lapangan dan laporan masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Tahun ini kami sudah memetakan beberapa titik rawan baru hasil patroli dan laporan masyarakat, dan itu menjadi fokus pengamanan serta patroli rutin kami," tegasnya.

Erika dan tim memastikan tidak ada ruang negosiasi bagi warga yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Begitu pula dengan penggunaan petasan yang akan disita demi keselamatan umum dan kenyamanan ibadah.

"Tentang senjata tajam tidak ada toleransi, langsung diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Untuk petasan, tergantung jenis dan jumlahnya, namun pada prinsipnya tetap dilakukan penindakan dan penyitaan demi keselamatan umum," beber Erika.

Selain sajam, penggunaan knalpot brong saat sahur juga masuk dalam radar penindakan. Kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi akan langsung diamankan atau ditilang, terutama jika memicu kerumunan massa yang berpotensi jadi ajang balap liar. Erika menyebut, sudah ada instruksi penindakan tegas terkait hal tersebut.

Pengawasan tidak hanya dilakukan secara fisik, namun juga melalui teknologi. Erika mengungkapkan bahwa pihaknya memaksimalkan penggunaan CCTV kota untuk memantau pergerakan massa secara real-time. Tim siber juga dikerahkan untuk melakukan cyber patrol guna memantau ajakan tawuran atau provokasi di media sosial sebelum aksi pecah di jalanan.

Ratusan personel night shift yang melibatkan unit Raimas hingga patroli motor disiagakan setiap malam. Jika situasi dinilai meningkat, pengamanan akan diperkuat oleh unsur Brimob dan sinergi bersama TNI untuk menjaga situasi konfusit kota.

Meski mengedepankan tindakan tegas, Erika menyebut polisi tetap menyelipkan pendekatan persuasif dan humanis melalui patroli dialogis serta kegiatan sosial seperti berbagi takjil. Namun, pemeriksaan tetap akan dilakukan sesuai prosedur jika ditemukan potensi gangguan.

"Jika yang diamankan masih di bawah umur, kami akan bina, memanggil orang tua, serta wajib membuat pernyataan. Bila berulang atau mengarah pidana, proses hukum tetap berjalan. Catatan pembinaan dapat menjadi pertimbangan dalam administrasi seperti SKCK jika pelanggaran terus berulang," tambahnya.

Ia berharap, masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan melapor melalui Call Center 110 yang beroperasi gratis selama 24 jam, melapor ke Polsek terdekat, atau menghubungi anggota patroli di wilayah masing-masing sehingga bisa menekan angka kriminalitas jalanan, dan ibadah berlangsung kondusif.




(abq/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads