320 Rumah di Kraksaan Probolinggo Masih Terendam Banjir

320 Rumah di Kraksaan Probolinggo Masih Terendam Banjir

M Rofiq - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 15:22 WIB
Banjir Masih Rendam Pemukiman Warga di Kraksaan Probolinggo
Banjir Masih Rendam Pemukiman Warga di Kraksaan Probolinggo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Banjir yang melanda lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo masih merendam permukiman warga hingga Minggu (22/2/2026) pagi. Salah satu wilayah terdampak terparah berada di Desa Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan.

Di desa tersebut, sekitar 320 rumah masih tergenang air dengan ketinggian berkisar 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter. Bahkan di sejumlah titik, air di bagian depan rumah warga dilaporkan hampir mencapai dua meter.

Akibatnya, aktivitas warga lumpuh total. Mereka belum dapat membersihkan rumah karena air masih menggenang. Sebagian besar warga hanya bisa menjaga harta benda yang masih tersisa di luar rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan sembako dan obat-obatan. Selain itu, warga juga berharap ada distribusi makanan dan minuman untuk berbuka puasa, mengingat banjir terjadi di bulan Ramadan.

Banjir datang secara tiba-tiba saat warga sedang melaksanakan Salat Tarawih. Akibatnya, banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Perabot rumah tangga dan peralatan elektronik dilaporkan rusak karena terendam air.

ADVERTISEMENT

Kondisi memprihatinkan juga terlihat dari banyaknya warga yang tetap bertahan di sekitar rumah mereka.

Sebagian terpaksa mengungsi di trotoar jalan dan emper toko karena tidak memiliki tempat tinggal alternatif.

Salah satu warga, Erwandianto mengatakan, sekitar 320 kepala keluarga terdampak banjir. Ia menyebut, aktivitas warga saat ini hanya sebatas menjaga aset yang masih bisa diselamatkan.

"Sekitar 320-an KK. Sampai sekarang masih terendam banjir. Aktivitas warga sekarang cuma menjaga aset-aset yang ada di luar rumah. Harapan kami ada bantuan sembako dan kebutuhan lainnya, karena banyak barang sudah rusak. Kondisi ekonomi warga di sini rata-rata menengah ke bawah," ujarnya.

Hingga kini, belum ada data resmi terkait jumlah kerusakan rumah dan infrastruktur akibat banjir. Namun, beberapa jembatan penghubung antar dusun dilaporkan putus setelah diterjang arus deras. Kondisi ini semakin menyulitkan mobilitas dan distribusi bantuan kepada warga terdampak.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads